Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Alam bawah laut ( foto by : Jitho) Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan bagian...

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang
Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Press and Marine Excursion Minggu ini saya akan keluar dari aturan yang saya buat. Kalau biasanya...

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde
Menikmati Senja di Rotterdam

Menikmati Senja di Rotterdam

Salah satu sisi Fort Rotterdam Bila anda berkunjung ke Makassar, Fort Rotterdam bisa jadi satu...

Menikmati Senja di Rotterdam
Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Bandara Domine Eduard Osok Dari Depan Sayang sekali memang karena saya hanya berada di Sorong...

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka
Packing, Packing!

Packing, Packing!

Perjalanan Kadang saya malah kebanyakan membawa pakaian karena biasanya ada beberapa pakaian yang...

Packing, Packing!
Jogja Memang Istimewa

Jogja Memang Istimewa

Malioboro Di sini waktu rasanya seperti berhenti ya? Semua seperti slow motion Pesawat Sriwijaya...

Jogja Memang Istimewa
Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona Mudah-mudahan pihak Pemda tergerak hatinya untuk menyelamatkan Samalona sebelum surga...

Samalona, Surga Kecil di Spermonde
Musik dan Wisata

Musik dan Wisata

Pakkacaping ( sumber : disbudpar Polman ) Makassar dan Bugis juga punya musik tradisional, ada...

Musik dan Wisata
Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Sepotong Surabaya Akhirnya saya bisa kembali menginjak Surabaya, kali ini bukan sekadar transit...

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Pasar Apung Lok Baintan Tulisan ini adalah lanjutan dari dua tulisan terdahulu tentang Borneo....

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Sunset di Martapura Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di...

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di...

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua
Makassar ; Surga Sea Food

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya...

Makassar ; Surga Sea Food
Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Pantai Losari di Suatu Pagi Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar...

Cara Mudah dan Murah ke Makassar
Mencicipi Alam di Bantimurung

Mencicipi Alam di Bantimurung

Air terjun Bantimurung Sulawesi Selatan punya banyak potensi wisata. Salah satunya adalah deretan...

Mencicipi Alam di Bantimurung
Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang Sudah lama saya ingin ke Malang, kota yang katanya dingin di...

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Posts Tagged With 'world cup'

Yang Terbaik dan Terburuk Versi Saya

Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa menyamai Amerika Latin dengan meraih tropi di benua netral, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa melampaui wakil Amerika Latin dalam hal perolehan gelar.

Seperti lazimnya para komentator, pengamat atau jurnalis ? meski saya sama sekali bukan salah satu dari tiga profesi itu ? saya juga mencoba membuat deretan penilaian yang sangat subyektif tentang gelaran piala dunia yang baru saja selesai itu. Sekali lagi, penilaian saya tentu sangat subyektif, semata-mata karena selera saja meski saya juga tetap berusaha mengedepankan rasio dan objektifitas di lapangan. Nah, apa saja penilaian saya itu ? Mari kita lihat.

Jerman, salah satu tim terbaik di Afsel 2010 versi saya (foto : FIFA.com)

A. TIM TERBAIK : Jerman dan Spanyol.

Jerman dan Spanyol menunjukkan diri sebagai dua tim dengan permainan paling menghibur. Di antara sekian banyak tim yang tampil dengan gaya pragmatis yang mengutamakan gaya bertahan yang dituding membunuh permainan cantik, Jerman dan utamanya Spanyol tetap keukeuh bertahan dengan gaya menyerang mereka.

Sebenarnya Jerman juga tidak total menyerang seperti Spanyol yang memang punya libido menyerang yang tinggi, Jerman juga kadang lebih banyak menunggu diserang sebelum melancarkan serangan balik yang mematikan. Hanya saja kelebihan Jerman adalah karena mereka punya organisasi permainan yang rapih dengan gelandang-gelandang yang lincah dan tak kenal menyerah. Mereka punya petarung sekelas Bastian Schweinsteiger dan Sami Khadeira yang selalu siap bertarung merebut bola dari kaki lawan dan meneruskannya pada gelandang agresif dan kreatif sekelas Lukas Podolski, Mezut Oezil dan Thomas Muller atau langsung kepada striker senior tapi masih tajam bernama Miroslav Klose.

Bagaimana dengan Spanyol ? Tidak usah dipertanyakan lagi, Spanyol memang pantas menjadi tim terbaik. Perpaduan gelandang pekerja keras seperti Xabi Alonso dan Sergio Busquet mampu membuat gelandang serang mereka bebas melakukan kreasi serangan. Spanyol juga beruntung punya striker seperti David Villa yang sungguh tajam dan berbahaya di kotak penalti lawan. Itu semua disempurnakan oleh performa pemain bertahan mereka yang hiperaktif macam Sergio Ramos dan Juan Capdevilla serta tentu saja Carlos Puyol yang membawa Spanyol ke partai final.

Satu-satunya kelemahan Spanyol bila dibandingkan dengan Jerman adalah pada penyelesaian akhir di mana Jerman lebih unggul.

July 12, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Catatan Tentang Mereka Yang Gagal

Wayne Rooney, salah satu bintang yang gagal bersinar di Afsel 2010 (Foto: FIFA.com)

Piala dunia makin mendekati ujungnya, hingga yang saat ini hanya tersisa 4 tim dengan kesempatan yang sama besarnya untuk melaju ke babak pamungkas 11 Juli nanti. Dari total 736 pemain yang tercatat berpartisipasi dalam ajang piala dunia ini, sudah 644 orang yang meninggalkan Afrika Selatan plus 28 orang pelatih dari 28 negara berbeda.

Deretan pemain yang harus meniggalkan Afrika Selatan tentu menyisakan beragam perasaan dalam diri mereka masing-masing. Bagi beberapa orang, meninggalkan Afrika Selatan tanpa sempat menyentuh babak final tentunya menjadi sebuah kekecewaan yang besar, namun ada juga pemain, pelatih dan ofisial yang meninggalkan Afrika Selatan dengan kepala tegak meski tak sempat melangkah terlalu jauh.

Berikut saya mencoba mencatat sedikit tentang rentetan kegagalan yang diderita oleh 644 pemain dan 28 orang pelatih yang sudah harus pulang tersebut. Mari kita lihat sama-sama.

Italia gagal menembus babak penyisihan grup. Catatan ini sekaligus menempatkan Italia sejajar dengan catatan buruk milik Brasil (1974) dan Perancis (2002) yang lebih dahulu tercatat sebagai juara bertahan yang tak berhasil lolos dari babak penyisihan grup.

Italia gagal menjadi juara dua kali berturut-turut. Catatan ini sebenarnya tidak terlalu buruk seandainya catatan buruk di atas tidak terjadi lebih dulu. Italia pernah menjadi juara dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938. Satu-satunya negara yang bisa melakukan hal yang sama sekaligus menjadi negara terakhir yang melakukannya adalah Brasil (tahun 1954 dan 1958).

July 06, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Tuhan Lebih Memilih Jerman

Diego Maradona, meratapi kekalahan telak timnya (Foto: FIFA.com)

” Fabio Capello harus menyaksikan partai Jerman vs Argentina, supaya dia belajar bagaimana caranya mengalahkan Jerman “.Itu adalah kalimat yang meluncur dari mulut Diego Armando Maradona, pelatih Argentina ketika memastikan bahwa Argentina akan berjumpa Jerman di babak perempat final. Ucapan itu terasa sangat sombong, tapi sebagian orang sudah paham karena itu keluar dari mulut seorang Diego Maradona. Bukan Maradona namanya kalau sepi dari sensasi.

Waktu itu Maradona mungkin terbuai oleh penampilan anak didiknya kala menghempaskan Mexico. Sebelumnya, Maradona sudah berhasil menorehkan catatan 100% dalam kualifikasi grup dengan menang 3 kali, salah satunya dengan skor besar 4-1 atas wakil Asia, Korea Selatan. Dasar-dasar inilah yang kemudian membuat Maradona besar kepala dan menganggap kalau tak ada lagi tim yang mampu menghadang Argentina.

Sampai sebelum bertemu Jerman di perempat final, Argentina sudah cukup mampu membangkitkan optimisme orang kalau mereka memang punya kans jadi juara musim ini. Meski Lionel Messi sang pemain terbaik belum juga mampu mencetak gol, namun orang-orang masih bisa melihat betapa merepotkannya si kutu itu. Messi masih tercatat sebagai pemain dengan shoot on goal terbanyak sejauh ini. Pun orang makin terpukau pada aksi individu Carlos Tevez, utamanya ketika menyarangkan gol indah lawan Mexico.

Sayangnya, Maradona dan mungkin banyak orang lainnya lupa kalau sebagian besar gol-gol Argentina lahir karena kelebihan individu para personilnya, bukan karena kerja tim yang terkoordinasi rapih. Maradona juga mungkin lupa kalau di pertandingan terakhir melawan Inggris, Jerman sudah menunjukkan kalau mereka adalah tim yang paling jago memainkan kolektifitas dan punya koordinasi yang rapih di tiap lini.

July 04, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Drama di Perempat Final

Asamoah Gyan, aktor pemeran utama dalam drama Ghana vs Uruguay

Shakespeare adalah seorang yang sangat terkenal di dunia sastra. Salah satu karyanya yang paling fenomenal dan selalu dikenang orang adalah drama berjudul “Romeo and Juliet”. Tidak diketahui dengan pasti kapan karya itu pertama kali dituliskan dan dipentaskan oleh Shakespeare, meski beberapa orang bersepekulasi kalau karya itu pertama kali dipublikasikan sekitar tahun 1591 (sumber : Wikipedia). Selama beratus-ratus tahun, drama percintaan ini menjadi sebuah drama yang selalu dipuja orang, diadaptasi dalam ratusan atau mungkin bahkan ribuan macam naskah yang berbeda, termasuk ke dalam? layar lebar.

Soccer City Stadium, Johannesburg-Afrika Selatan di hari Jumat 2 Juli 2010. Tanpa dirancang sebelumnya, sebuah drama baru saja tersaji di depan puluhan ribu pasang mata yang hadir langsung di stadion serta jutaan lagi lainnya yang menonton lewat layar kaca. Aktor utamanya adalah seorang lelaki berkebangsaan Uruguay bernama Luis Suarez serta seorang lagi lelaki keling berkebangsaan Ghana bernama Asamoah Gyan.

Saat itu Uruguay berhadapan dengan Ghana dalam partai yang akan menentukan siapa di antara mereka yang akan melaju ke semifinal. Ghana mengejar rekor tampil pertama kalinya di babak semifinal sekaligus sebagai wakil Afrika pertama yang melakukannya. Sementara itu Uruguay ingin mengulang kembali sejarah yang terakhir kali mereka torehkan di tahun 1950, menjadi juara dunia.

Hingga 90 menit, drama masih berlangsung datar. Skor masih imbang 1-1 antara kedua tim. Muntari dan Forlan masih memegang peranan utama dalam pentas drama itu. Karena tak mencapai klimaks, pentas diperpanjang, 2 x 15 menit. Mungkin orang sudah menduga akan ada drama meski mungkin hanya sedikit yang menduga dramanya akan berakhir sangat menyesakkan.

July 03, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Adu Mental di Adu Penalti

Jepang, tim pertama di Afsel 2010 yang jadi korban adu penalti

Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat 17 Juli 1994. Roberto Baggio berdiri mengambil ancang-ancang. Sebelas meter di depannya, Claudio Taffarel menatap tajam pada lelaki Italia berkuncir itu. Wajah Roberto Baggio yang sepanjang turnamen menjadi dewa penyelamat pasukan Arrigo Sacchi mengguratkan beban yang teramat berat. Franco Baresi dan Danielle Massaro, dua orang kompatriotnya sudah terlebih dahulu gagal melaksanakan tugas, sementara di kubu seberang baru Marcio Santos yang gagal. Jutaan rakyat Italia meletakkan harapannya di pundak pemeluk Budha itu. Bila berhasil, Italia punya kesempatan memaksa tambahan penendang. Bila gagal, Brasil akan merebut tropi keempatnya di tanah Amerika.

Seluruh stadion yang hari itu didatangi 94.194 orang terdiam, aroma ketegangan sangat terasa di udara. Jutaan penonton di seluruh dunia juga larut dalam ketegangan menantikan akhir kisah perjalanan piala dunia 1994 itu. Roberto Baggio tak bisa menunggu lebih lama, sebuah keputusan sudah diambilnya. Dengan segenap kekuatan yang tersisa dari kakinya yang sebenarnya cedera dia menendang si kulit bundar. Taffarel bereaksi, tapi sebenarnya tak perlu karena toh tendangan Baggio melambung tinggi ke angkasa. Seisi stadion seakan pecah oleh teriakan para pendukung Brasil, di lapangan para pemain Brasil saling berpelukan. Roberto Baggio menunduk sedih, adegan ini menjadi sangat memorable dan akan dikenang dalam waktu yang lama. Di sudut yang lain, Franco Baresi sang bek legendaris Italia yang biasanya dikenal lugas dan keras di lapangan mendadak menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan.

Roberto Baggio butuh waktu lama untuk menghilangkan traumanya selepas kegagalan di USA’94 itu. Dia bahkan harus berurusan dengan psikiater karena terus dihantui mimpi buruk. Empat tahun kemudian di France’98 dia membalas kegagalannya dalam drama adu penalti lainnya menghadapi tuan rumah Perancis. Dia berhasil menuntaskan tugas sebagai eksekutor meski tidak menolong Italia untuk lolos ke semifinal.

July 01, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Data dan Fakta Memilih Calon Juara

Uruguay, calon kuat juara dunia 2010 ? (foto : Fifa.com/Getty Images)

World Cup sudah kembali ke jalurnya. Pertarungan hidup mati di babak knock out makin menarik. Lupakan sepakbola pragmatis yang kadang dipertontonkan salah satu tim yang merasa kurang percaya diri menghadapi tim yang lebih superior. Sepakbola membosankan antara tim yang ofensif melawan tim yang defensif sudah berlalu, sekarang saatnya menyaksikan pertarungan tim-tim yang saling bermain terbuka demi mengejar kemenangan.

Arah telunjuk pada sang juara makin menyempit. Satu persatu tim berguguran hingga akhirnya 11 Juli nanti hanya tersisa dua tim yang akan memperebutkan trophy yang baru saja dikembalikan oleh Italia. Sebelum menantikan tim juara, ada enaknya menebak-nebak siapa gerangan yang akan jadi pemenangnya. Kadang tanpa kita sadari, selalu ada sejarah yang berulang dalam gelaran World Cup. Berbagai data dan fakta terurai jelas dalam pagelaran tersebut.

Iseng-iseng saya mencoba memaparkan berbagai data dan fakta yang terurai sejak kira-kira 20-24 tahun ke belakang. Anda boleh percaya boleh tidak, yang jelas data dan fakta ituterjadi begitu saja seolah ada tangan besar yang menulis skenarionya, dan memang ada.

Berikut data dan fakta yang saya maksud :

June 28, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Arrivederci Gli Azzuri

Antoni Di Natale, kecewa berat setelah gagal membawa Italia ke 16 besar (foto:Getty Images)

.

Santiago Bernabeau, 22 Mei 2010. Jose Mourinho baru saja mengantar Inter Milan sebagai juara Champions Eropa, sekaligus melengkapi 2 gelar lokal yang mereka rengkuh sebelumnya. Inter Milan seperti membawa kembali arwah juara-juara Italia yang sempat beristirahat selepas final Champions 2007. Selepas kemenangan AC Milan, wakil-wakil Italia kemudian selalu memberi jalan kepada tim-tim dari Inggris dan Spanyol. Kemenangan Inter Milan kemudian dianggap sebagai momentum kebangkitan kembali sepakbola Italia seperti era 90-an.

Sebenarnya ada anomali pada perayaan Inter Milan tersebut. Dari 11 pemain inti yang dipasang plus beberapa pemain pengganti, tidak ada satupun pemain yang berdarah asli Italia. Semuanya adalah pemain import, bahkan sang peracik strategipun asli Portugal. Beruntung pemilik klub masih berdarah Italia dan bukannya import seperti pemilik Manchester United atau Liverpool.

Selang kira-kira sebulan kemudian, kenyataan di atas berbanding lurus dengan pengumuman skuad Italia yang akan dibawa ke Afrika Selatan. Tak ada seorangpun pemain Inter Milan di antara 23 nama yang dikantongi Marcello Lippi. Bukti kalau sebenarnya Inter Milan memang bergantung nyaris 100% pada kemampuan legiun asing. Tak salah juga kalau ada yang mengatakan bahwa skuad Italia tidak akan melangkah jauh di world cup edisi ke-19 ini. Kenyataan yang disodorkan Inter Milan adalah jawabannya. Italia masih kekurangan stok pemain yang levelnya pas untuk kejuaraan berkasta tertinggi seperti piala dunia. Kemudian datang deretan pembenaran lainnya. Hasil buruk di kualifikasi plus cedera sang dirijen serangan bernama Andrea Pirlo di menit-menit akhir menjelang terbang ke Afrika Selatan. Italia berdiri di jejerang belakang dalam antrian para unggulan. Tak ada yang cukup rasional untuk menyandingkannya dengan tim sekelas Argentina, Spanyol dan Brasil.

June 25, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Ini Bukan Sekedar Permainan

Piala dunia tinggal menghitung hari. Aroma the greatest show on earthitu sudah bisa tercium di mana-mana. Dari bilik-bilik kantor yang wangi dan dingin ber-AC hingga warung pinggir jalan yang gerah dan berdebu. Lihat sekeliling anda, topik tentang piala dunia pasti muncul setiap kali para lelaki berkerumun. Mereka yang tak fasih menimpali obrolan tentang piala dunia pasti akan dianggap sebagai orang yang tak mengerti bola dan tak mengikuti perkembangan. Sebagian wanitapun terseret dalam arus demam piala dunia, singkatnya pagelaran 4 tahunan ini seperti magnet yang mampu menarik atensi jutaan penduduk di muka bumi, bahkan untuk mereka yang tak mengerti sepakbola sekalipun.

Hari rabu kemarin (9/6) saya sempat terlibat dalam chatting singkat dengan seorang teman. dari pembicaraan awal yang hanya bertukar salam kami kemudian mulai ngobrol tentang piala dunia. Saya coba mengulik rasa penasaran dia tentang piala dunia. Namun agak di luar dugaan saya, si teman ternyata sama sekali tidak tertarik dengan sepakbola, meski dalam situasi dunia yang sedang demam sepakbola seperti sekarang.

June 10, 2010 in Random Post, Sepakbola, World Cup 2010

Waspadai Kincir Angin Orange

Dalam dunia sepakbola, salah satu negara yang selalu masuk dalam lingkar perbincangan hangat adalah Belanda. Dalam 2 dasawarsa terakhir ini Belanda menyeruak ke jajaran tim elit dunia setelah sebelumnya sempat mati suri selepas piala dunia 1978. Sebelum tahun 1974 Belanda nyaris tak pernah terdengar, mereka kalah suara dari tim-tim Eropa semacam Jerman (Barat), Inggris, Italia, Portugal dan bahkan Hungaria. Adalah Johann Cruijf dan Rinus Michel yang merumuskan Total Football dan membawa Belanda masuk ke jajaran tim elit dunia. Dua kali mereka masuk final dan dua kali juga kalah dari tuan rumah meski dunia mengakui indahnya Total Football.

Selepas Argetina 1978, mereka mati suri. Butuh sepuluh tahun kemudian sebelum Rinus Michel kembali membawa Belanda ke jajaran elit dengan raihan tropi piala Eropa 1988.? Selepas itu Belanda kemudian terkenal sebagai pabrik penghasil pemain-pemain terbaik di dunia. Marco van Basten, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Ronald Koeman, Dennis Bergkamp, Patrick Kluivert, Edgar Davids, Jaap Stamp, Clarence Seedorf sampai pemain-pemain terbaik generasi sekarang semacam Robin van Persie, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Arjen Robben dan Dirk Kuyt.

Gaya permainan para pemain Belanda memang relatif lebih gampang beradaptasi dengan bermacam-macam gaya negara yang berbeda. Mereka bisa sukses di negara seperti Spanyol, Italia, Jerman dan Inggris. Mereka mirip dengan Perancis yang juga para pemainnya bisa sukses di mana saja.

June 07, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

5 Partai World Cup Paling Berkesan

Tahun ini gelaran sepakbola terbesar di muka bumi ini akan digelar kembali. Tahun ini juga akan genap sudah 20 tahun sejak pertama kalinya saya mengikuti secara serius ajang piala paling prestisius bagi para pesepakbola Bumi ini. Yah, Italy 1990 adalah kenangan pertama saya untuk piala dunia. Sebelumnya, Mexico ’86 belum cukup ampuh untuk menarik atensi saya. Saya masih berusia 9 tahun waktu itu dan arus informasi belum sederas sekarang sehingga wajar bila bagi anak-anak seumuran kami waktu itu, piala dunia belumlah jadi menu favorit. Saya dan teman-teman hanya mengenal nama-nama seperti Maradona, Burruchaga, Rummanigge dan Platini. Hanya sekedar tahu tanpa paham kehebatan mereka.

Italy’90 adalah titik mula kecintaan saya pada ajang World Cup. Pertama kalinya saya serius menahan kantuk menyaksikan tim-tim yang berlaga, meski tidak semua pertandingan berhasil saya tuntaskan. Tahun 1990 juga adalah pertama kalinya saya akrab dengan istilah-istilah sepakbola dan deretan pemain-pemain yang tak lagi sekedar saya kenal namanya tapi juga saya akrabi kemampuannya. Saya mulai tahu bagaimana liarnya Salvatore “Toto” Schillachi, bagaimana lincahnya Roberto Baggio dan Paul Gascoigne, bagaimana hebatnya Caniggia memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencetak gol , atau bagaimana si bintang baru berbakat bernama Paolo Maldini baru saja memulai langkahnya di piala dunia pertamanya. Tahun 1990 adalah titik awal, selebihnya adalah sejarah.

Tahun ini akan jadi piala dunia keenam yang-Insya Allah-saya pelototi dan selama jangka waktu itu sudah ada ratusan pertandingan yang sudah saya tonton. Di antara ratusan pertandingan itu setidaknya ada 5 partai yang akan selalu saya kenang, sebenarnya banyak partai yang pantas untuk dikenang namun bila pilihannya dikerucutkan maka setidaknya 5 partai inilah yang akan pertama keluar dari benak saya. Mari kita simak, urutannya bukan berdasarkan kadar kenangan tapi benar-benar acak :

March 30, 2010 in Kenangan, Sepakbola, World Cup 2010

Kampanye

Kalender Post

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Switch to our mobile site