Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Alam bawah laut ( foto by : Jitho) Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan bagian...

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang
Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Press and Marine Excursion Minggu ini saya akan keluar dari aturan yang saya buat. Kalau biasanya...

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde
Menikmati Senja di Rotterdam

Menikmati Senja di Rotterdam

Salah satu sisi Fort Rotterdam Bila anda berkunjung ke Makassar, Fort Rotterdam bisa jadi satu...

Menikmati Senja di Rotterdam
Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Bandara Domine Eduard Osok Dari Depan Sayang sekali memang karena saya hanya berada di Sorong...

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka
Packing, Packing!

Packing, Packing!

Perjalanan Kadang saya malah kebanyakan membawa pakaian karena biasanya ada beberapa pakaian yang...

Packing, Packing!
Jogja Memang Istimewa

Jogja Memang Istimewa

Malioboro Di sini waktu rasanya seperti berhenti ya? Semua seperti slow motion Pesawat Sriwijaya...

Jogja Memang Istimewa
Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona Mudah-mudahan pihak Pemda tergerak hatinya untuk menyelamatkan Samalona sebelum surga...

Samalona, Surga Kecil di Spermonde
Musik dan Wisata

Musik dan Wisata

Pakkacaping ( sumber : disbudpar Polman ) Makassar dan Bugis juga punya musik tradisional, ada...

Musik dan Wisata
Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Sepotong Surabaya Akhirnya saya bisa kembali menginjak Surabaya, kali ini bukan sekadar transit...

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Pasar Apung Lok Baintan Tulisan ini adalah lanjutan dari dua tulisan terdahulu tentang Borneo....

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Sunset di Martapura Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di...

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di...

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua
Makassar ; Surga Sea Food

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya...

Makassar ; Surga Sea Food
Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Pantai Losari di Suatu Pagi Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar...

Cara Mudah dan Murah ke Makassar
Mencicipi Alam di Bantimurung

Mencicipi Alam di Bantimurung

Air terjun Bantimurung Sulawesi Selatan punya banyak potensi wisata. Salah satunya adalah deretan...

Mencicipi Alam di Bantimurung
Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang Sudah lama saya ingin ke Malang, kota yang katanya dingin di...

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Posts Tagged With 'World Cup 2010'

Yang Terbaik dan Terburuk Versi Saya

Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa menyamai Amerika Latin dengan meraih tropi di benua netral, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa melampaui wakil Amerika Latin dalam hal perolehan gelar.

Seperti lazimnya para komentator, pengamat atau jurnalis ? meski saya sama sekali bukan salah satu dari tiga profesi itu ? saya juga mencoba membuat deretan penilaian yang sangat subyektif tentang gelaran piala dunia yang baru saja selesai itu. Sekali lagi, penilaian saya tentu sangat subyektif, semata-mata karena selera saja meski saya juga tetap berusaha mengedepankan rasio dan objektifitas di lapangan. Nah, apa saja penilaian saya itu ? Mari kita lihat.

Jerman, salah satu tim terbaik di Afsel 2010 versi saya (foto : FIFA.com)

A. TIM TERBAIK : Jerman dan Spanyol.

Jerman dan Spanyol menunjukkan diri sebagai dua tim dengan permainan paling menghibur. Di antara sekian banyak tim yang tampil dengan gaya pragmatis yang mengutamakan gaya bertahan yang dituding membunuh permainan cantik, Jerman dan utamanya Spanyol tetap keukeuh bertahan dengan gaya menyerang mereka.

Sebenarnya Jerman juga tidak total menyerang seperti Spanyol yang memang punya libido menyerang yang tinggi, Jerman juga kadang lebih banyak menunggu diserang sebelum melancarkan serangan balik yang mematikan. Hanya saja kelebihan Jerman adalah karena mereka punya organisasi permainan yang rapih dengan gelandang-gelandang yang lincah dan tak kenal menyerah. Mereka punya petarung sekelas Bastian Schweinsteiger dan Sami Khadeira yang selalu siap bertarung merebut bola dari kaki lawan dan meneruskannya pada gelandang agresif dan kreatif sekelas Lukas Podolski, Mezut Oezil dan Thomas Muller atau langsung kepada striker senior tapi masih tajam bernama Miroslav Klose.

Bagaimana dengan Spanyol ? Tidak usah dipertanyakan lagi, Spanyol memang pantas menjadi tim terbaik. Perpaduan gelandang pekerja keras seperti Xabi Alonso dan Sergio Busquet mampu membuat gelandang serang mereka bebas melakukan kreasi serangan. Spanyol juga beruntung punya striker seperti David Villa yang sungguh tajam dan berbahaya di kotak penalti lawan. Itu semua disempurnakan oleh performa pemain bertahan mereka yang hiperaktif macam Sergio Ramos dan Juan Capdevilla serta tentu saja Carlos Puyol yang membawa Spanyol ke partai final.

Satu-satunya kelemahan Spanyol bila dibandingkan dengan Jerman adalah pada penyelesaian akhir di mana Jerman lebih unggul.

July 12, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Catatan Tentang Mereka Yang Gagal

Wayne Rooney, salah satu bintang yang gagal bersinar di Afsel 2010 (Foto: FIFA.com)

Piala dunia makin mendekati ujungnya, hingga yang saat ini hanya tersisa 4 tim dengan kesempatan yang sama besarnya untuk melaju ke babak pamungkas 11 Juli nanti. Dari total 736 pemain yang tercatat berpartisipasi dalam ajang piala dunia ini, sudah 644 orang yang meninggalkan Afrika Selatan plus 28 orang pelatih dari 28 negara berbeda.

Deretan pemain yang harus meniggalkan Afrika Selatan tentu menyisakan beragam perasaan dalam diri mereka masing-masing. Bagi beberapa orang, meninggalkan Afrika Selatan tanpa sempat menyentuh babak final tentunya menjadi sebuah kekecewaan yang besar, namun ada juga pemain, pelatih dan ofisial yang meninggalkan Afrika Selatan dengan kepala tegak meski tak sempat melangkah terlalu jauh.

Berikut saya mencoba mencatat sedikit tentang rentetan kegagalan yang diderita oleh 644 pemain dan 28 orang pelatih yang sudah harus pulang tersebut. Mari kita lihat sama-sama.

Italia gagal menembus babak penyisihan grup. Catatan ini sekaligus menempatkan Italia sejajar dengan catatan buruk milik Brasil (1974) dan Perancis (2002) yang lebih dahulu tercatat sebagai juara bertahan yang tak berhasil lolos dari babak penyisihan grup.

Italia gagal menjadi juara dua kali berturut-turut. Catatan ini sebenarnya tidak terlalu buruk seandainya catatan buruk di atas tidak terjadi lebih dulu. Italia pernah menjadi juara dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938. Satu-satunya negara yang bisa melakukan hal yang sama sekaligus menjadi negara terakhir yang melakukannya adalah Brasil (tahun 1954 dan 1958).

July 06, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Tuhan Lebih Memilih Jerman

Diego Maradona, meratapi kekalahan telak timnya (Foto: FIFA.com)

” Fabio Capello harus menyaksikan partai Jerman vs Argentina, supaya dia belajar bagaimana caranya mengalahkan Jerman “.Itu adalah kalimat yang meluncur dari mulut Diego Armando Maradona, pelatih Argentina ketika memastikan bahwa Argentina akan berjumpa Jerman di babak perempat final. Ucapan itu terasa sangat sombong, tapi sebagian orang sudah paham karena itu keluar dari mulut seorang Diego Maradona. Bukan Maradona namanya kalau sepi dari sensasi.

Waktu itu Maradona mungkin terbuai oleh penampilan anak didiknya kala menghempaskan Mexico. Sebelumnya, Maradona sudah berhasil menorehkan catatan 100% dalam kualifikasi grup dengan menang 3 kali, salah satunya dengan skor besar 4-1 atas wakil Asia, Korea Selatan. Dasar-dasar inilah yang kemudian membuat Maradona besar kepala dan menganggap kalau tak ada lagi tim yang mampu menghadang Argentina.

Sampai sebelum bertemu Jerman di perempat final, Argentina sudah cukup mampu membangkitkan optimisme orang kalau mereka memang punya kans jadi juara musim ini. Meski Lionel Messi sang pemain terbaik belum juga mampu mencetak gol, namun orang-orang masih bisa melihat betapa merepotkannya si kutu itu. Messi masih tercatat sebagai pemain dengan shoot on goal terbanyak sejauh ini. Pun orang makin terpukau pada aksi individu Carlos Tevez, utamanya ketika menyarangkan gol indah lawan Mexico.

Sayangnya, Maradona dan mungkin banyak orang lainnya lupa kalau sebagian besar gol-gol Argentina lahir karena kelebihan individu para personilnya, bukan karena kerja tim yang terkoordinasi rapih. Maradona juga mungkin lupa kalau di pertandingan terakhir melawan Inggris, Jerman sudah menunjukkan kalau mereka adalah tim yang paling jago memainkan kolektifitas dan punya koordinasi yang rapih di tiap lini.

July 04, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Drama di Perempat Final

Asamoah Gyan, aktor pemeran utama dalam drama Ghana vs Uruguay

Shakespeare adalah seorang yang sangat terkenal di dunia sastra. Salah satu karyanya yang paling fenomenal dan selalu dikenang orang adalah drama berjudul “Romeo and Juliet”. Tidak diketahui dengan pasti kapan karya itu pertama kali dituliskan dan dipentaskan oleh Shakespeare, meski beberapa orang bersepekulasi kalau karya itu pertama kali dipublikasikan sekitar tahun 1591 (sumber : Wikipedia). Selama beratus-ratus tahun, drama percintaan ini menjadi sebuah drama yang selalu dipuja orang, diadaptasi dalam ratusan atau mungkin bahkan ribuan macam naskah yang berbeda, termasuk ke dalam? layar lebar.

Soccer City Stadium, Johannesburg-Afrika Selatan di hari Jumat 2 Juli 2010. Tanpa dirancang sebelumnya, sebuah drama baru saja tersaji di depan puluhan ribu pasang mata yang hadir langsung di stadion serta jutaan lagi lainnya yang menonton lewat layar kaca. Aktor utamanya adalah seorang lelaki berkebangsaan Uruguay bernama Luis Suarez serta seorang lagi lelaki keling berkebangsaan Ghana bernama Asamoah Gyan.

Saat itu Uruguay berhadapan dengan Ghana dalam partai yang akan menentukan siapa di antara mereka yang akan melaju ke semifinal. Ghana mengejar rekor tampil pertama kalinya di babak semifinal sekaligus sebagai wakil Afrika pertama yang melakukannya. Sementara itu Uruguay ingin mengulang kembali sejarah yang terakhir kali mereka torehkan di tahun 1950, menjadi juara dunia.

Hingga 90 menit, drama masih berlangsung datar. Skor masih imbang 1-1 antara kedua tim. Muntari dan Forlan masih memegang peranan utama dalam pentas drama itu. Karena tak mencapai klimaks, pentas diperpanjang, 2 x 15 menit. Mungkin orang sudah menduga akan ada drama meski mungkin hanya sedikit yang menduga dramanya akan berakhir sangat menyesakkan.

July 03, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Adu Mental di Adu Penalti

Jepang, tim pertama di Afsel 2010 yang jadi korban adu penalti

Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat 17 Juli 1994. Roberto Baggio berdiri mengambil ancang-ancang. Sebelas meter di depannya, Claudio Taffarel menatap tajam pada lelaki Italia berkuncir itu. Wajah Roberto Baggio yang sepanjang turnamen menjadi dewa penyelamat pasukan Arrigo Sacchi mengguratkan beban yang teramat berat. Franco Baresi dan Danielle Massaro, dua orang kompatriotnya sudah terlebih dahulu gagal melaksanakan tugas, sementara di kubu seberang baru Marcio Santos yang gagal. Jutaan rakyat Italia meletakkan harapannya di pundak pemeluk Budha itu. Bila berhasil, Italia punya kesempatan memaksa tambahan penendang. Bila gagal, Brasil akan merebut tropi keempatnya di tanah Amerika.

Seluruh stadion yang hari itu didatangi 94.194 orang terdiam, aroma ketegangan sangat terasa di udara. Jutaan penonton di seluruh dunia juga larut dalam ketegangan menantikan akhir kisah perjalanan piala dunia 1994 itu. Roberto Baggio tak bisa menunggu lebih lama, sebuah keputusan sudah diambilnya. Dengan segenap kekuatan yang tersisa dari kakinya yang sebenarnya cedera dia menendang si kulit bundar. Taffarel bereaksi, tapi sebenarnya tak perlu karena toh tendangan Baggio melambung tinggi ke angkasa. Seisi stadion seakan pecah oleh teriakan para pendukung Brasil, di lapangan para pemain Brasil saling berpelukan. Roberto Baggio menunduk sedih, adegan ini menjadi sangat memorable dan akan dikenang dalam waktu yang lama. Di sudut yang lain, Franco Baresi sang bek legendaris Italia yang biasanya dikenal lugas dan keras di lapangan mendadak menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan.

Roberto Baggio butuh waktu lama untuk menghilangkan traumanya selepas kegagalan di USA’94 itu. Dia bahkan harus berurusan dengan psikiater karena terus dihantui mimpi buruk. Empat tahun kemudian di France’98 dia membalas kegagalannya dalam drama adu penalti lainnya menghadapi tuan rumah Perancis. Dia berhasil menuntaskan tugas sebagai eksekutor meski tidak menolong Italia untuk lolos ke semifinal.

July 01, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Data dan Fakta Memilih Calon Juara

Uruguay, calon kuat juara dunia 2010 ? (foto : Fifa.com/Getty Images)

World Cup sudah kembali ke jalurnya. Pertarungan hidup mati di babak knock out makin menarik. Lupakan sepakbola pragmatis yang kadang dipertontonkan salah satu tim yang merasa kurang percaya diri menghadapi tim yang lebih superior. Sepakbola membosankan antara tim yang ofensif melawan tim yang defensif sudah berlalu, sekarang saatnya menyaksikan pertarungan tim-tim yang saling bermain terbuka demi mengejar kemenangan.

Arah telunjuk pada sang juara makin menyempit. Satu persatu tim berguguran hingga akhirnya 11 Juli nanti hanya tersisa dua tim yang akan memperebutkan trophy yang baru saja dikembalikan oleh Italia. Sebelum menantikan tim juara, ada enaknya menebak-nebak siapa gerangan yang akan jadi pemenangnya. Kadang tanpa kita sadari, selalu ada sejarah yang berulang dalam gelaran World Cup. Berbagai data dan fakta terurai jelas dalam pagelaran tersebut.

Iseng-iseng saya mencoba memaparkan berbagai data dan fakta yang terurai sejak kira-kira 20-24 tahun ke belakang. Anda boleh percaya boleh tidak, yang jelas data dan fakta ituterjadi begitu saja seolah ada tangan besar yang menulis skenarionya, dan memang ada.

Berikut data dan fakta yang saya maksud :

June 28, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Ketika Singa Berhenti Mengaum

Keceriaan pemain Jerman selepas gol Mueller (foto:FIFA.com/Getty Images)

13 Juni 1944, tepat seminggu setelah pendaratan tentara sekutu di Normandia, Hitler mulai melepaskan senjata rahasianya, roket V-1 ( V dari vergeltung atau pembalasan) ke Inggris Selatan. Senjata ini berbentuk pesawat tanpa pilot yang bermuatan bahan peledak. Bom ini memang tidak mempengaruhi lagi jalannya peperangan, namun V-1 yang secara membabi buta diarahkan ke Inggris Selatan, utamanya London yang luas dengan berjuta-juta penduduknya, tetap merupakan senjata berbahaya. Perang ini dinamakan “Battle of London”, di mana Inggris harus bersusah payah menghadapi “lawan yang tidak kelihatan”.

67 tahun berselang, di sebuah kota bernama Bloemfontein, Jerman sekali lagi menyerang langsung ke jantung pertahanan Inggris. Bedanya, kali ini mereka bukan lagi menyerang dengan V-1, tapi dengan sebiji bola kaki bernama Jabulani. Bukan hanya sekali, tapi total 4 kali orang-orang Jerman itu berhasil melakukannya. Persis seperti ketika Luftwaffe atau angkatan udara Jerman melakukannya 67 tahun yang lalu. Jerman menghempaskan Inggris di babak 16 besar World Cup 2010. Sekali lagi Inggris terhenti di babak 16 besar, sama seperti pencapaian mereka 4 tahun yang lalu.

Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke-27 kedua tim. Sebelumnya mereka sudah saling mengalahkan 12 kali dan sisanya seri. Seperti biasanya, aroma panas sudah menyengat sebelum perang digelar. Franz Beckenbauer sudah menyulut api ketika dia menuding Inggris terlalu bodoh ketika kembali ke masa lalu dengan pola kick and rush yang membuat mereka harus tertahan seri dari USA. Publik Inggris membalasnya dengan artikel berjudul plesetan, ” Kick and Crush You, Franz”. Belakangan, Franz meminta maaf ke publik Inggris, tapi sudah terlambat. Api sudah terlanjur tersulut.

Di lapangan, Inggris memulainya dengan canggung meski Jerman juga tak kalah canggungnya. Perlahan tapi pasti, 10 orang berseragam merah dengan lambang tiga singa di dada kiri mulai bisa menguasai pertandingan. Mereka menekan ketat, membuat Philip Lahm dan Jerome Boateng yang biasanya rajin naik membantu serangan harus tetap siaga di garis belakang. Meski begitu, anak-anak Inggris sama sekali tak bisa menyentuh kotak 16 milik Jerman.

June 28, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Drama Putaran Pertama

Sepakbola adalah drama dan panggung terbesarnya adalah piala dunia. Ketika tulisan ini saya buat, 32 tim yang tergabung dalam 8 grup sudah tuntas menjalani partai perdana mereka. Ada kejutan dalam 16 laga tersebut, selebihnya adalah pertunjukan sepakbola yang menghibur dan sisanya adalah pertandingan membosankan.

Kejutan terakhir dari putaran pertama justru hadir dari tim yang ditasbihkan sebagai unggulan pertama, Spanyol. Dengan predikat sebagai juara Eropa 2008 dan tim dengan penampilan paling menghibur, Spanyol malah takluk dari negeri dingin Swiss. Bermain menekan sepanjang waktu, pemain Spanyol dibuat frustasi oleh disiplinnya pemain belakang Swiss yang malam ini bermain ultra defensif. Strategi mereka memang masuk akal. Sadar kalau kalah dari segi skill, Ottmar Hietzfield lebih memilih untuk memaksa pemainnya diam di garis belakang dan menunggu waktu yang tepat untuk menghujam jantung pertahanan Spanyol. Ottmar mungkin terilhami strategi Jose Mourinho ketika Inter Milan menghentikan langkah Barcelona di Champions Eropa.

June 17, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Korea Bergembira

Bukan Mexico, negeri yang baru saja mengandaskan sang juara bertahan Italia. Bukan juga Uruguay, dua kali juara dunia dan bukan pula Perancis, juara 1998 yang mencetak kemenangan pertama di Afsel 2010. Adalah Korea Selatan yang membuka keran kemenangan di pagelaran piala dunia ke-19 ini. Hebatnya lagi, lawan yang mereka taklukkan adalah mantan juara Eropa tahun 2004, Yunani. Bahkan sampai pertandingan ke-6, Korsel menjadi satu-satunya negara yang mampu memenangi pertandingan dengan margin 2 gol.

10 tahun yang lalu Korsel mungkin hanya bisa bermimpi menekuk tim dari benua biru. Jangankan menekuk, mencetak satu poin saja rasanya hanya jadi khayalan. Korsel memang rajin tampil di ajang piala dunia mewakili Asia, namun sebagian besarnya hanya menjadi penggenap, penghibur bahkan lumbung gol. 8 tahun lalu, Korsel merubah posisinya di peta persaingan piala dunia. Menjadi tuan rumah bersama Jepang, mereka melesat hingga ke semifinal. Memang ada banyak kontroversi yang membayangi kesuksesan mereka termasuk tudingan (dan kenyataan) kalau beberapa kemenangan mereka adalah karena bantuan dan ketololan wasit, namun setidaknya keberhasilan itu berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri mereka setelahnya.

4 tahun lalu di Jerman mereka memang tidak bisa kembali mengulangi kejayaan mereka di tanah sendiri, bahkan untuk lolos ke babak keduapun mereka gagal. Namun, penampilan mereka sudah sangat jauh membaik dibandingkan 8 tahun sebelumnya di Perancis. Korsel sudah mampu membuat Perancis keteteran dan benar-benar sudah menolak untuk jadi lumbung gol.

June 14, 2010 in Sepakbola, World Cup 2010

Bersiaplah untuk World Cup 2010

2010-FIFA-world-CupAda yang bisa menyebutkan sebuah cabang olahraga yang lebih popular daripada sepakbola ? Ada yang bisa menyebutkan sebuah cabang olahraga yang membuat jutaan orang di dunia ini rela memotong waktu tidur mereka ? Ada yang bisa menyebutkan sebuah cabang olahraga yang mampu memutar milyaran dollar atau poundsterling setiap tahunnya melebihi perputaran uang yang dihasilkan oleh sepakbola ?

Anda pasti butuh waktu untuk memikirkan jawabannya, atau bahkan mungkin ada yang langsung bilang : tidak bisa. Its OK, karena memang hampir tidak ada yang bisa mengalahkan sepakbola dalam soal menjaring penonton dan keuntungan. Sepakbola adalah olahraga terpopuler di muka bumi. Setuju ?

Dan, karena sepakbola adalah olahraga terpopuler maka puncak pertemuan tim-tim terbaik dari 5 benua jelas adalah puncak magnet dari olahraga ini. Yup, piala dunia akan hadir sekitar 6 bulan lagi, dan kegilaan empat tahunan akan bergulir lagi..!!

Paris berbaik hati menyediakan tempat untuk pengundian grup sebuah kejuaraan yang berada ribuan mil ke selatan dari jantung negara Perancis itu. Hasilnya, 32 wakil negara yang lolos ke Afrika Selatan itu pulang ke negaranya masing-masing dengan beragam ekspresi.

Marcello Lippi, Fabio Capello dan Vicente Del Bosque bisa pulang dengan senyum, mereka juga bisa tidur nyenyak setidaknya beberapa minggu setelah pengundian. Italia, Inggris dan Spanyol beruntung bisa masuk ke dalam grup yang di atas kertas relatif ringan. Italia berdiam di grup F bersama Paraguay, Selandia Baru dan Slovakia.

Selain Paraguay, Selandia baru dan Slovakia adalah nama yang masih asing dalam orbit kejuaraan terbesar di muka bumi ini. Popularitas dan kemampuan kedua negara itu bisa dibilang masih satu strip di bawah Italia. Paraguay mungkin jadi ancaman berat mengingat mereka adalah wakil Amerika Selatan, benua yang selalu jadi saingan berat orang-orang bule di daratan Eropa dalam hal prestasi sepakbola. Meski kalah pamor dari Brasil, Argentina dan Uruguay tapi Paraguay negara Amerika Latin dan Amerika Latin tetaplah produsen pemain dan tim-tim terbaik. So, Marcello Lippi hanya perlu meningkatkan kewaspaan dua kali lipat saat menghadapin Paraguay.

December 12, 2009 in Sepakbola, World Cup 2010

Kampanye

Kalender Post

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Switch to our mobile site