Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Alam bawah laut ( foto by : Jitho) Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan bagian...

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang
Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Press and Marine Excursion Minggu ini saya akan keluar dari aturan yang saya buat. Kalau biasanya...

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde
Menikmati Senja di Rotterdam

Menikmati Senja di Rotterdam

Salah satu sisi Fort Rotterdam Bila anda berkunjung ke Makassar, Fort Rotterdam bisa jadi satu...

Menikmati Senja di Rotterdam
Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Bandara Domine Eduard Osok Dari Depan Sayang sekali memang karena saya hanya berada di Sorong...

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka
Packing, Packing!

Packing, Packing!

Perjalanan Kadang saya malah kebanyakan membawa pakaian karena biasanya ada beberapa pakaian yang...

Packing, Packing!
Jogja Memang Istimewa

Jogja Memang Istimewa

Malioboro Di sini waktu rasanya seperti berhenti ya? Semua seperti slow motion Pesawat Sriwijaya...

Jogja Memang Istimewa
Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona Mudah-mudahan pihak Pemda tergerak hatinya untuk menyelamatkan Samalona sebelum surga...

Samalona, Surga Kecil di Spermonde
Musik dan Wisata

Musik dan Wisata

Pakkacaping ( sumber : disbudpar Polman ) Makassar dan Bugis juga punya musik tradisional, ada...

Musik dan Wisata
Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Sepotong Surabaya Akhirnya saya bisa kembali menginjak Surabaya, kali ini bukan sekadar transit...

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Pasar Apung Lok Baintan Tulisan ini adalah lanjutan dari dua tulisan terdahulu tentang Borneo....

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Sunset di Martapura Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di...

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di...

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua
Makassar ; Surga Sea Food

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya...

Makassar ; Surga Sea Food
Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Pantai Losari di Suatu Pagi Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar...

Cara Mudah dan Murah ke Makassar
Mencicipi Alam di Bantimurung

Mencicipi Alam di Bantimurung

Air terjun Bantimurung Sulawesi Selatan punya banyak potensi wisata. Salah satunya adalah deretan...

Mencicipi Alam di Bantimurung
Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang Sudah lama saya ingin ke Malang, kota yang katanya dingin di...

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Posts Tagged With 'koin prita'

6 yang terkenang di 2009

Tahun 2009 sebentar lagi akan berlalu, tinggal hitungan hari saja. Orang-orang sudah sibuk menyusun rencana untuk malam pergantian tahun, sebagian juga sudah mulai merenung dan mengevaluasi tahun yang akan lewat dan membuat perencanaan menyambut tahun yang akan tiba. Saya pribadi tidak pernah terlalu antusias menyambut pergantian tahun. Seumur hidup saya Cuma pernah dua kali ikut acara pergantian tahun. Sekali waktu masih ABG dan sekali lagi karena terpaksa. Pernah juga saya membuat rencana dan resolusi setiap pergantian tahun tapi akhirnya lebih banyak hanya jadi catatan biasa yang tak banyak ditaati. Akhirnya saya pikir merenung dan membuat resolusi tak mesti menanti pergantian tahun, saya bisa melakukannya setiap hari, dan..pergantian tahun kembali jadi acara biasa yang tak ada bedanya dengan pergantian hari. Hanya berbeda di soal mengganti kalender saja.

Tahun inipun sama. Tak ada acara spesial dan tak ada resolusi spesial. Hanya saja hari ini saya coba membuat sesuatu yang agak berbeda. Saya ingin membagi 6 momen yang terjadi sepanjang tahun 2009 yang menurut saya punya tempat tersendiri di ingatan saya. Ini dia momen yang saya maksud :

BACKSPACER rilis resmi bulan September tahun ini.
Pearl Jam, satu-satunya survivor Seattle Sound kembali menunjukkan eksistensinya. Saat banyak orang awam bertanya apakah mereka masih eksis atau tidak, mereka dengan bangga melempar album studio kesembilan mereka di bulan sembilan tahun dua ribu sembilan ini.

Album ini juga sekaligus pembuktian kalau dari sisi musikalitas mereka semakin matang. Backspacer berisi lagu-lagu yang tak lagi mengandung kemarahan, kegelapan dan kritikan tajam. Situasi politik AS yang cenderung lebih adem pasca turunnya Bush membuat Vedder cs. sedikit melunak. Di album ini mereka menyebarkan aura positif dan optimisme lewat perenungan panjang tentang hidup dan kehidupan. Lirik dan musik yang mereka tawarkan lebih gampang dicerna kuping dibandingkan album terdahulu meski sama sekali tidak murahan. Untuk pertama kalinya juga selepas album ?Yield? mereka berhasil duduk di tangga nomor 1chart Billboard meski itu bukan tujuan mereka.

Pearl Jam tetaplah Pearl Jam. Mereka memainkan musik yang mereka suka, musik yang dipersembahkan untuk orang-orang yang menghargai mereka sebagai musisi dan manusia, bukan objek.

Koin untuk Prita.
Berawal dari sebuah keluhan lewat email dan berakhir di pengadilan negeri Tangerang. Itulah nasib yang dialami ibu Prita, seorang ibu rumah tangga biasa yang kebetulan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari sebuah rumah sakit besar bertaraf Internasional.

Ibu Prita sempat ditahan di lembaga pemasyarakatan. Dukungan khalayak terutama yang digalang lewat dunia maya memaksa pihak pengadilan melunak dan membebaskan beliau. Tapi kasus ini tetap bergulir, nyaris tanpa menarik perhatian publik.

Perhatian baru tersedot kembali ketika ibu Prita terancam harus membayar denda Rp. 240 juta ke pihak Omni Internasional. Di sinilah para pendukung Prita, orang-orang biasa yang sudah muak dengan segala ketidakadilan di negeri ini kembali bereaksi. Awalnya hanya di dunia maya yang kemudian berlanjut ke dunia nyata. Koin-koin dikumpulkan sebagai simbol perlawanan. Hasilnya sungguh luar biasa, ditaksir nilai koin yang terkumpul mencapai Rp. 600 juta lebih yang datang dari segala penjuru negeri.

Sensasikah yang mereka cari ? Saya kira bukan. Mereka hanya berusaha menggelitik nurani kita yang sudah terlanjur lelah oleh ketidakadilan yang ada di sekitar kita. Dan Ibu Prita bukan orang terakhir yang jadi korban ketidakadilan itu.

December 28, 2009 in Kenangan, Opini, Random Post

KOIN, PRITA dan KEADILAN

koinpritaam

Seorang teman saya- namanya Kele – datang dengan sekantong plastik kecil berisi uang logam dalam berbagai nominal. Saya tidak tahu jumlahnya berapa tapi jelas berpuluh-puluh ribu rupiah.

“ Ini sumbangan Naufal untuk ibu Prita”, katanya ketika menyerahkan kantong plastik kecil itu ke saya. Naufal adalah nama anak pertamanya, usianya belum 3 tahun saya rasa.
Sehari sebelumnya saat pertama kali saya mengedarkan kaleng berisi koin sumbangan untuk Prita, Kele memang sudah cerita kalau dia punya celengan berisi koin punya anaknya di rumah.

Yah, seminggu yang lalu saya memang berinisiatif untuk mengedarkan kaleng kecil bekas tempat sarung di kantor saya sebagai wadah untuk menampung koin-koin berbagai nominal sebagai bentuk dukungan untuk ibu Prita Mulyasari. Kaleng itu sudah terisi lebih dari ¾ bagian, hasil tabungan saya setiap kali saya ada uang koin kembalian. Biasanya kaleng itu saya buka setahun sekali atau sepenuhnya saja. Biasanya isinya lebih dari Rp. 100 ribu, tapi pernah juga hanya sekitar 90-an ribu.

Terus terang saya cukup tergugah dengan kasus ibu Prita ini. Ada sesuatu dalam diri saya yang rasanya terusik oleh kasus yang ibaratnya David vs Goliath ini. Sebenarnya agak terlambat sih karena inisiatif mengumpulkan koin sudah lama bergulir sebelum saya menyadarinya. Ketika riuh rendah acara puncak ulang tahun komunitas AngingMammiri baru saja berakhir, saya berinisiatif mengajak teman-teman blogger Makassar untuk ikut mendukung gerakan moral ini dan syukurlah teman-teman menyambut baik. Kami lalu menyebar di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja kami untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin dan kemudian menyatukannya untuk dikirim ke posko koinkeadilan.com. Beritanya bisa dibaca di sini.

Bagi saya gerakan ini penting, sangat penting malah. Intinya bukan pada berapa jumlah koin yang terkumpul, atau seberapa besar sensasi yang ditimbulkan, tapi intinya adalah pada seberapa besar kita peduli pada sebuah ketidakadilan yang sedang terjadi. Kasus ibu Prita melawan RS.Omni International ini adalah preseden buruk tentang wajah keadilan di negeri kita. Bagaimana mungkin seorang ibu rumah tangga yang jadi korban buruknya pelayanan rumah sakit yang kemudian berkeluh kesah tentang kesusahannya malah kemudian berakhir sebagai korban.

December 21, 2009 in angingmammiri, Random Post

Kampanye

Kalender Post

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Switch to our mobile site