Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang

Alam bawah laut ( foto by : Jitho) Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan bagian...

Spermonde 2 ; Takabakang Sayang, Takabakang Malang
Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde

Press and Marine Excursion Minggu ini saya akan keluar dari aturan yang saya buat. Kalau biasanya...

Spermonde 1 : Senja Indah Di Spermonde
Menikmati Senja di Rotterdam

Menikmati Senja di Rotterdam

Salah satu sisi Fort Rotterdam Bila anda berkunjung ke Makassar, Fort Rotterdam bisa jadi satu...

Menikmati Senja di Rotterdam
Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Bandara Domine Eduard Osok Dari Depan Sayang sekali memang karena saya hanya berada di Sorong...

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka
Packing, Packing!

Packing, Packing!

Perjalanan Kadang saya malah kebanyakan membawa pakaian karena biasanya ada beberapa pakaian yang...

Packing, Packing!
Jogja Memang Istimewa

Jogja Memang Istimewa

Malioboro Di sini waktu rasanya seperti berhenti ya? Semua seperti slow motion Pesawat Sriwijaya...

Jogja Memang Istimewa
Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona Mudah-mudahan pihak Pemda tergerak hatinya untuk menyelamatkan Samalona sebelum surga...

Samalona, Surga Kecil di Spermonde
Musik dan Wisata

Musik dan Wisata

Pakkacaping ( sumber : disbudpar Polman ) Makassar dan Bugis juga punya musik tradisional, ada...

Musik dan Wisata
Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Sepotong Surabaya Akhirnya saya bisa kembali menginjak Surabaya, kali ini bukan sekadar transit...

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Pasar Apung Lok Baintan Tulisan ini adalah lanjutan dari dua tulisan terdahulu tentang Borneo....

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Sunset di Martapura Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di...

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di...

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua
Makassar ; Surga Sea Food

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya...

Makassar ; Surga Sea Food
Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Pantai Losari di Suatu Pagi Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar...

Cara Mudah dan Murah ke Makassar
Mencicipi Alam di Bantimurung

Mencicipi Alam di Bantimurung

Air terjun Bantimurung Sulawesi Selatan punya banyak potensi wisata. Salah satunya adalah deretan...

Mencicipi Alam di Bantimurung
Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang Sudah lama saya ingin ke Malang, kota yang katanya dingin di...

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Posts Tagged With 'angingmammiri'

Lima TahunG Maki Sama-Sama 17

Lima TahunG Maki Sama-Sama

Kue sederhana untuk ulang tahun Paccarita

Lima tahun bukan waktu yang singkat. Juga bukan waktu yang cukup panjang. Tergantung kita melihat ke depan atau ke belakang.

Suatu hari di sebuah rapat menjelang acara Bloglicious bulan Mei 2011 kemarin saya tidak mampu menahan emosi. Sebuah ucapan bernada keras meluncur keluar dari mulut saya dan selepas itu saya meninggalkan rapat tanpa basa-basi. Suatu hari saya sempat menegur keras seorang teman di Anging Mammiri, akibatnya sang teman kemudian merasa terluka dan berniat mengundurkan diri. Keputusan itu membuat teman yang lain merasa sedih dan bahkan menangis.

Dua kisah di atas adalah sedikit dari beberapa kisah kelam dalam perjalanan usia komunitas kami, Anging Mammiri.org. Dalam rentang lima tahun dan khusus hampir dua tahun semenjak saya didaulat menjadi ketua, beragam warna sudah pernah hadir menghiasi perjalanan komunitas dari selatan pulau Sulawesi ini. Untungnya karena warna kelam seperti yang tertulis di atas hanyalah satu noktah kecil yang tenggelam oleh beragam warna cerah ceria.

Dalam rentang lima tahun ini secara tidak sadar kekeluargaan, kedekatan dan keakraban terbangun pelan-pelan. Dari yang awalnya malu-malu hingga kemudian menjadi sebuah perekat yang sangat kuat yang membuat sebagian dari kami begitu mencandui kata kopdar. Pun ketika emosi tersulut, keputusan untuk mundur keluar dalam bilangan hari keputusan itu berubah. Ikatan yang erat itu pula yang membuat salah seorang dari kami memutuskan untuk tetap berada di Makassar dan enggan kembali ke kota yang telah menjadi kota keduanya dalam beberapa tahun terakhir.

Begitulah, sebuah komunitas yang awalnya dicetuskan 7 blogger jebolan Blogfam itu akhirnya bergulir dan makin ramai dari hari ke hari. Dari jumlah anggota yang hanya puluhan hingga kemudian menjadi ratusan seperti sekarang ini. Anggota bisa datang silih berganti, tapi rasa kebersamaan dan kekeluargaan selalu ada di sana, di dalam setiap interaksi antar anggota.

25 november 2011, Anging Mammiri genap berusia 5 tahun. Sudah cukup tua bila kita melihat ke belakang, tapi masih sangat muda bila melihat ke depan. Jalan masih panjang, masih banyak hal yang harus dilakukan supaya komunitas ini tidak sekadar sebuah komunitas tempat berkumpul dan bersenang-senang. Masih banyak impian untuk menjadi sebuah wadah mempromosikan kota Makassar, menjadi alat untuk berbuat lebih banyak kepada kota di pesisir pantai ini.

Suasana guyub dan akrab di peringatan ultah AM

25 November 2011, belasan anggota Anging Mammiri beserta dua orang founder berkumpul di sebuah caf? berlantai dua yang selama setahun ini seakan menjadi tempat berkumpul resmi kami. Sebuah kue sederhana dipotong dan dibagikan, persis seperti keceriaan selama ini yang juga dipotong dan dibagikan ke semua anggota. Derai tawa memenuhi ruangan ketika kami semua berbagi cerita tentang awal pertemuan dan perkenalan hingga terajut rasa kebersamaan itu.

25 November 2011, Anging Mammiri sudah genap berusia 5 tahun. Jalan panjang masih membentang di depan. Secara pribadi saya selalu berharap komunitas ini akan selalu ada, selalu punya alasan untuk tetap ada dan tetap berkarya. Saya selalu berharap komunitas ini akan selalu ada menjadi sebuah rumah yang nyaman untuk para anggotanya, mereka yang selalu memiliki hasrat untuk berbagi dan bekerja bersama dalam sebuah komunitas.

25 November 2011 dan tidak terasa lima tahunG maki sama-sama.

November 26, 2011 in angingmammiri, Blogging
Blogger Nusantara ; Kopdar Kopdar dan Kopdar 44

Blogger Nusantara ; Kopdar Kopdar dan Kopdar

Tawa riang di acara Kopdar 1000 Blogger

Blogger sejati selain punya blog biasanya juga punya kaos komunitas, kaos event dan goodie bag.

Punya blog biasanya secara otomatis membuat kita banyak teman baru. Salah satunya tentu dari kebiasaan blogwalking atau berkunjung ke blog orang lain. Cara lainnya adalah dengan menjerumuskan diri ke dalam sebuah komunitas blogger. Itu juga yang terjadi pada saya.

Sebelum berangkat ke Sidoarjo, ada beberapa nama yang memang ingin saya temui. Teman-teman yang selama ini sudah sering berinteraksi di milis komunitas atau teman-teman yang selama ini sudah sering mengunjungi blog saya dan saya kunjungi blognya. Ketika tahu mereka akan datang sebagai peserta atau bahkan ada yang jadi panitia, sungguh saya merasa sangat bersemangat ingin segera berjumpa dengan mereka.

Kopdar pertama sudah saya jalani ketika masih berada di bandara Sultan Hasanuddin. Bertemu dengan teman-teman dari blogger Maros yang ternyata sama-sama menumpang pesawat yang sama. Selama ini kami sudah sesekali berinteraksi utamanya ketika mereka hadir di acara bloglicious yang pernah kami adakan di bulan Mei kemarin.

Bukan blogger namanya kalau tidak foto-foto

Ketika mendarat di Surabaya, kopdar berikutnya sudah langsung terjadi lagi. Kali ini dengan seorang lelaki muda yang selama ini sudah sering jadi teman berinteraksi saya di dunia maya. Namanya Sibair, kebetulan dia juga menjadi panitia yang bertanggung jawab dengan urusan penjemputan. Kesan pertama, saya tidak menyangka orangnya ternyata lebih tinggi dan besar dari selama ini saya duga. Tadinya saya kira Bair (panggilan akrabnya ) adalah seorang lelaki muda yang mungil, rupanya selama ini saya tertipu oleh alamat emailnya : masih cupuk

Setiba di camp dengan suasana yang seperti saya tulis di tulisan pertama, kopdar kemudian berlanjut. Kali ini dengan sang tanase dari Arumbai ( komunitas blogger Ambon ) yaitu Almascatie. Ini kopdar ketiga dengan dia setelah setahun lalu pertama bertemu di acara Sumpah Pemuda dan sebulan lalu di acara FGD Internet Sehat di Jakarta.

Almas masih seperti dulu, hangat dan akrab. Kali ini dia membawa dua teman sesama anggota Arumbai yang rupanya sedang menimba ilmu di pulau Jawa. Malam itu kami habiskan dengan berbagi cerita meski cuma sebentar. Badan yang letih membuat kami tertidur dengan cepat.

Keesokan harinya ketika acara mulai berlangsung, kopdarpun terus bergulir. Teman kopdar tentu makin bertambah, karena peserta yang datang juga makin banyak. Salah satunya adalah sang kawan baik dari blogger Depok, om Bradley. Sebulan sebelumnya kami sudah bertemu di Jakarta dan bulan ini ternyata kami kembali bertemu. Bradley datang ke Sidoarjo bersama rombongan dari deBlogger, ikut juga dua anak AM di sana. Jadilah kami membuat sedikit keributan ketika kami saling bertegur sapa.

Kodpar Loenpia bersama Slam dan Elafiq

Satu lagi teman yang akhirnya saya temui. Dialah Slams , salah seorang member dari Loenpia ( komunitas blogger Semarang ) Kami juga sudah lama berinteraksi di milis dan akhirnya bisa bertemu. Kembali saya salah sangka, ternyata Slam lebih tinggi dari yang saya bayangkan. Sepertinya saya memang gampang tertipu foto . Slam ternyata juga lebih pendiam dan cool, tidak seperti kebiasaannya di milis Loenpia. Tapi, pertemuan dengan Slam tetap menyenangkan. Rasanya seperti bertemu kawan lama yang sudah lama tidak bersua.

Begitulah, sebuah ajang besar yang sejatinya memang ingin mengumpulkan para blogger dari seluruh penjuru nusantara mencapai tujuannya ketika seluruh peserta bisa saling berinteraksi, bertukar sapa dan bersalaman. Ada yang bertemu kembali, dan ada juga yang memang untuk pertamakalinya bertemu.

Apalah artinya menjadi seorang penggiat di dunia maya bila sama sekali tidak dibarengi dengan sebuah pertemuan nyata, dan acara ini kemudian menjadi sebuah ajang untuk membuat yang maya itu menjadi nyata. Bertemu langsung dengan mereka yang selama ini hanya dikenal lewat dunia maya adalah sebuah hal yang menyenangkan.

Untungnya lagi karena kopdar kali ini tidak berlangsung begitu saja. Setidaknya ada kenang-kenangan dari kopdar kali ini. Sebuah tas ransel, pin Blogger Nusantara dan tentu saja selembar kaos Blogger Nusantara. Secara bercanda saya ngetwit dan bilang kalau blogger sejati itu biasanya selain punya blog juga punya kaos komunitas, kaos event dan goodie bag.

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, blogger sejati seharusnya juga selalu punya hasrat untuk kopdar. Jadi ? kapan kita kopdar ?

November 02, 2011 in Blogging
Blogger Nusantara ; Saya Ada Di Sana 50

Blogger Nusantara ; Saya Ada Di Sana

Kopdar 1000 Blogger Nusantara (foto oleh : http://angki.wordpress.com )

Ini pesta besar, tapi rasanya lebih manusiawi

Sidoarjo adalah anomali. Sebuah kota di bagian selatan Surabaya yang kemudian lebih terkenal dengan genangan lumpurnya hingga potensinya yang lain jadi tertutup. Sebelum mengunjunginya hari Jumat hingga Minggu kemarin ( 28-30/10 ) saya selalu beranggapan kota ini kumuh dan dekil. Tapi ternyata saya harus meminta maaf untuk prasangka buruk saya.

Mulai jumat tanggal 28 Oktober sampai 2 hari kemudian, Sidoarjo jadi tuan rumah untuk sekitar 1300 blogger di mana sekitar 450an di antaranya berasal dari luar Surabaya dan Sidoarjo. Event yang dinamakan Kopdar 1000 Blogger Nusantara ini menjadi penasbihan kalau blogger itu masih bisa bersatu, masih bisa berkumpul beramai-ramai meski banyak yang bilang kastanya sudah turun, di bawah pengguna sosial media.

Sebuah gedung tennis indoor di dalam lingkungan GOR Delta Sidoarjo disulap menjadi penginapan untuk sekitar 450 peserta. Suasana guyub dan akrab langsung terasa ketika saya tiba malam itu. Bagaimana tidak, di atas lantai semen yang dilapis plastik itu terhampar ratusan kasur tipis lengkap dengan bantal yang masih terbungkus plastik. Hanya ada satu sekat besar yang memisahkan peserta pria dan wanita.

Dari awal saya dan teman-teman memang sudah bersiap dengan kemungkinan itu. Panitia tidak pernah menjanjikan yang muluk-muluk, sehingga kami juga tidak terlalu banyak berharap dan menuntut. Toh, keramahan mereka saat menjemput kami di bandara Juanda sudah lebih dari cukup, setidaknya membuat kami tidak kebingungan mencari jalan ke lokasi acara.

Faktor tempat menginap dan suasana yang tercipta di sana adalah hal yang membuat Kopdar 1000 Blogger Nusantara jadi terasa sangat berbeda. Sekat yang sangat minim membuat para blogger bisa berinteraksi, berkenalan dan bersahabat dengan banyak blogger lainnya. Tak ada kesan superior atau seleb di sana. Toh, semua sama menderitanya, semua sama susahnya.

Udara yang panas dan lembab, kamar mandi yang darurat, air yang kadang tidak mengalir, semua kemudian menjadi bumbu yang menyenangkan. Bumbu yang membuat acara ini terasa sangat berbeda.

Selama 3 malam di dalam GOR Delta, saya selalu mencoba berkeliling dan berkenalan dengan banyak blogger lain dari daerah yang beragam. Meski tidak semua saya sapa, tapi setidaknya saya berhasil bertemu dan menambah deretan kawan. Sesuatu yang saya yakin tidak ada ruginya sama sekali, bahkan pasti akan sangat banyak untungnya.

Selama dua tahun berturut-turut di tanggal yang sama, saya sudah menghadiri acara yang sifatnya sama. Mengumpulkan para blogger se Indonesia. Kesan yang saya dapat sangat berbeda. Setahun lalu ketika Pesta Blogger masih ada, saya juga ada di sana. Bertemu dan sama-sama berkumpul dengan ribuan blogger lainnya. Semuanya berjalan lancar, meski entah kenapa saya tetap merasakan ada gap yang tercipta, ada jarak yang terbentuk.

Beberapa blogger yang sudah terlanjur terkenal dan kemudian dianggap sebagai seleb blog terkesan membentuk sebuah jarak dengan blogger lain, utamanya yang berasal dari luar Jakarta. Mungkin itu cuma perasaan saya saja yang sudah inferior duluan karena berasal dari luar Jakarta, atau bahkan luar Jawa. Tapi setidaknya saya tidak sendiri, ada beberapa blogger daerah lain yang merasa sama.

kontingen Anging Mammiri di BN2011

Di Sidoarjo saya merasa kami semua sama. Sama-sama blogger dari desa, blogger yang berdiri di luar spotlight, berdiri di luar sinar terang popularitas. Dari awal acara ini juga tidak mendapat promosi via twitter oleh para seleb twit, oleh mereka yang punya follower ratusan ribu. Promosi acara berlangsung mengalir begitu saja. Dalam pikiran saya, ini malah membuat acara ini menjadi lebih membumi. Tak ada seleb twit atau seleb blog yang kemudian bisa membuat para peserta merasa kalau ini acara yang ada di luar jangkauan mereka, acara yang di mana mereka hanya datang sekadar sebagai pengisi keramaian.

Mungkin ini juga yang membuat peserta secara spontan bersorak NDESO !! ketika diminta membuat yel-yel khusus buat acara itu. Lontaran spontan yang bukan hanya dipicu oleh iklan provider sponsor utama ini, tapi juga karena semua merasa ndeso, sama-sama blogger biasa yang hanya paham nikmatnya bersaudara dengan sesama blogger

Dan, mungkin ini yang dirasakan teman saya ketika dia kemudian mengeluarkan kalimat seperti yang ada di pembukaan tulisan ini. Semua sederajat, semua sama-sama susah dan sama-sama menikmati event.

3 hari di acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara terasa sangat berkesan, berkesan justru karena kemasannya yang tidak lazim. Okelah, acaranya mungkin tidak jauh berbeda dengan acara-acara lain. Apa yang dipaparkan selama acara mungkin bisa ditemui di media lain, di seminar lain atau di diskusi yang lain. Tapi apa yang dirasakan sepanjang acara, di luar acara utama adalah hal yang mungkin sulit ditemukan samanya. Ini yang membuat acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara ini menjadi beda.

Banyak hal yang bisa diceritakan dari event 3 hari di Sidoarjo ini, tapi di bagian pertama saya hanya ingin menuturkan betapa senangnya saya ada di sana. Betapa senangnya bisa berkumpul bersama ribuan blogger, menjabat tangan puluhan dari mereka dan meresapi hangatnya persahabatan sesama blogger.

Para teman panitia silih berganti meminta maaf atas kekurangan mereka, meminta maaf untuk fasilitas seadanya yang mereka siapkan dan meminta maaf untuk banyak hal. Saya tidak akan memaafkan mereka, karena memang tak ada yang perlu dimaafkan. Usaha keras mereka memang tidak sempurna, tapi bagi saya justru ketidaksempurnaan itu yang membuat acara ini menjadi begitu manusiawi karena toh setiap manusia pasti punya kekurangan.

Beberapa tahun yang akan datang ketika orang membicarakan tentang Blogger Nusantara saya akan dengan bangga berkata : saya ada di Kopdar 1000 Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo. Yah, saya bangga ada di sana.

October 31, 2011 in Blogging
Catatan Dari Sharing Keliling Makassar 11

Catatan Dari Sharing Keliling Makassar

Maryssa Tunjung Sari membawakan materi kelas fotografi

Fotografi tidak selamanya tentang alat.

Kalimat pendek di atas adalah kesimpulan yang saya tangkap dari kelas fotografi yang merupakan rangkaian acara Sharing Keliling Makassar. Kelas fotografi yang dipandu oleh Maryssa Tunjung Sari adalah salah satu kelas dari tiga kelas yang berjalan bersamaan. Kelas yang lain adalah kelas menulis yang diisi oleh Artashya Sudirman dan kelas Video yang diisi oleh Prisia Nasution bersama Motulz.

Acara ini adalah gelaran dari Saling-Silang yang didukung penuh oleh Acer, XL Axiata, Garuda Indonesia Airlines dan Internet Sehat serta bekerjasama dengan komunitas blogger Makassar ? AngingMammiri.org.

Tiga kelas yang terlihat begitu menggoda, sehingga tidak heran kalau peserta begitu antusias. Kurang dari 24 jam setelah diumumkan di blog AngingMammiri, pendaftaran terpaksa kami tutup karena kuota sudah terpenuhi. Padahal saat mengumumkan pertama kali, kami belum sempat menuliskan nama pembicara karena memang belum mendapat kepastian dari pihak salingsilang. Ini berarti bahwa para peserta benar-benar tertarik pada materi, bukan hanya pada siapa yang membawakan.

Untuk beberapa orang sepertinya memang agak susah menentukan kelas mana yang akan dipilih karena ketiganya sangat menggiurkan. Tidak heran kalau pertanyaan : kenapa kelasnya tidak bergiliran saja ? Adalah pertanyaan yang banyak kami dengar. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah format baku dari sananya, dan jelas tidak dapat diubah lagi.

Saya sendiri bingung memilih antara mau konsentrasi di kelas menulis atau kelas fotografi karena kedua kelas itu sepertinya lumayan menggoda dengan dua orang pemateri yang punya gaya mengajar yang menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk konsen lebih lama di kelas fotografi.

Maryssa Tunjung Sari. Terus terang saya yang memang dasarnya kurang gaul ini sama sekali belum pernah mendengar nama beliau sebelumnya, apalagi di negeri ini jumlah fotografer wanita memang kalah jumlah dari fotgrafer pria.

Gaya bicara yang lugas, tegas tapi cukup santai dan nyaman mengantarkan para peserta kepada pengenalan dasar-dasar fotografi. Sebagian besar materi yang dibawakan oleh Maryssa atau yang lebih akrab disapa Sha Sha adalah tentang mobile fotografi, bagaimana mendapatkan momen yang bagus dan hasil foto yang berbicara dengan hanya menggunakan kamera pocket atau bahkan kamera handphone.

Bagi ShaSha, fotografi memang tidak selamanya tentang bagaimana membekukan momen menggunakan kamera DSLR canggih dengan lensa mahal tapi adalah bagaimana momen tersebut dibekukan sehingga hasilnya kemudian dapat berbicara banyak dan langsung menyentuh orang yang melihatnya.

Sambil memberikan tips-tips dan pengetahuan dasar fotografi, ShaSha juga menampilkan slide berisi foto-foto hasil tangkapannya. Saya bisa melihat bahwa foto-foto yang diambil oleh Sha Sha memang sangat mementingkan konsep dan momen, bukan pada teknik atau komposisi seperti yang biasa memusingkan para fotografer pemula.

Konsep. Kalimat itu juga yang menjadi salah satu kalimat sakti yang saya tangkap siang itu. Seorang fotografer yang bagus harus memiliki konsep yang jelas sebelum menekan tombol shutter. Sha Sha bercerita bagaimana dia membuat sebuah foto pra wedding dengan konsep yang sederhana tapi begitu memikat. Melibatkan segelas cappucino dan segelas kopi hitam, melambangkan penyatuan dua rasa yang berbeda.

Konsep yang bagus tentunya hadir lewat kreatifitas yang tak terbatas, dan untuk menumbuhkan kreatifitas itu tentu butuh banyak stimulasi. Sha Sha memberikan satu tips, harus rajin-rajin melihat. Sesuatu yang saat ini sudah tidak begitu sulit lagi. Anda tinggal mengetik kata kunci di Google dan dengan hitungan detik ratusan contoh foto akan terpampang di sana, tinggal bagaimana anda menggunakannya sebagai stimulasi untuk konsep yang ingin anda buat.

Prisa Nasution berfoto bersama seorang fans

Kelas fotografi ini berlangsung begitu menarik sehingga waktu 3 jam rasanya sangat singkat. Gaya Sha Sha membawakan materi yang terkesan santai dan tidak berjarak memang terasa sangat menarik. Dari informasi yang saya dengar, kelas yang lain juga begitu. Semua berjalan menarik. Artasya punya cara sendiri untuk membuat kelas menjadi tidak membosankan, begitu pula dengan duet Prisia Nasution dan Motulz yang mesti membawakan materi tanpa slide karena converter iPad-nya lupa terbawa.

Ada satu kejadian lucu, saya dan teman-teman panitia dari Anging Mammiri baru sadar kalau ternyata Prisia itu adalah seorang artis yang malang melintang di berbagai FTV atau sinetron di TV lokal kita. Kami baru sadar ketika beberapa peserta yang memang masih terhitung remaja begitu gembira ketika melihat sosok Prisa. Beruntung bagi mereka karena Prisa sama sekali bukan tipe artis yang jaim, sebaliknya dia sangat ramah dalam berinteraksi.

Sharing Keliling Makassar akhirnya selesai sekitar pukul 3 sore, sekaligus menandai akhir perjalanan dari Sharing Keliling yang sudah singgah di berbagai kota di Indonesia. Para peserta terlihat begitu senang karena tentu saja mereka menemukan berbagai perspektif baru dan wawasan baru berkat tiga kelas yang luar biasa itu. Kami bersyukur karena acara tersebut ternyata bisa berjalan lumayan lancar di tengah persiapan yang sempit.

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah memungkinkan tergelarnya acara Sharing Keliling Makassar dengan lancar. Sampai jumpa lagi di acara Anging Mammiri lainnya. Salam blogger !!

September 20, 2011 in angingmammiri
Family Gathering di Pulau Kodingareng Keke 20

Family Gathering di Pulau Kodingareng Keke

Personil lengkap Family Gathering (foto by:Rizved)

Untuk kesekian kalinya, komunitas Blogger Makassar-AngingMammiri- mengadakan family gathering. Kali ini tujuannya adalah pulau Kodingareng Keke, sebuah pulau cantik tak berpenghuni di luar kota Makassar.

Kamis, 2 Juni 2011. Jam 8 pagi belasan anggota Anging Mammiri sudah bersiap di dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga Kayu Bangkoa adalah dermaga penyeberangan yang jadi pintu menuju berbagai pulau di luar kota Makassar. Beragam kapal terparkir di sana, dari kapal kecil bermesin satu hingga kapal besar yang mampu memuat ratusan penumpang.

Menjelang pukul setengah sembilan, hampir semua peserta family gathering sudah berkumpul. Saya dan Nanie sudah melakukan negosiasi dengan Dg. Tayang, seorang pemilik kapal penyeberangan. Awalnya oleh Daeng Tayang kami dipatok harga Rp. 600.000,- per kapal untuk menuju pulau Kodingareng Keke. Jelas harga yang sangat mahal dan tidak terjangkau. Setelah proses tawar-menawar akhirnya disepakati harganya jadi Rp. 400.000,- harga yang masuk akal.

Barrang Lompo dan Catatan Yang Tercecer

Bone Batang, foto courtesy of Bruno and Caroline

 

Setelah sekian lama, akhirnya Anging Mammiri kembali menggelar family trip. Kali ini tujuannya tidak jauh-jauh dari laut dan pantai, kami memilih pulau Barrang Lompo.

Long weekend kemarin ( 22/24 April ) tidak dilewatkan begitu saja oleh kami para blogger yang bernaung di bawah bendera Anging Mammiri. Tak elok rasanya kalau tak menggelar acara liburan bersama. Sebelumnya kami naksir tempat yang namanya Punaga yang kata orang adalah Tanah Lot-nya SulSel. Tapi sayangnya kondisi Punaga sedang tidak bersahabat karena hujan yang terus mengguyur Makassar di beberapa bulan ini. Akhirnya Daeng Nuntung sebagai korlap mengalihkan perhatian ke pulau Barrang Lompo.

Jumat pagi kami berkumpul di penyeberangan dermaga Kayu Bangkoa. Seperti biasa, waktu yang dijanjikan 08:00 molor sampe hampir 2 jam. Eheumm..istilah WIBAM ( Waktu Indonesia Bagian Anging Mammiri ) sepertinya masih berlaku.

April 25, 2011 in angingmammiri, Jalan-Jalan, Wisata

Crop Circle di Mata Para Blogger Makassar

Crop Circle

Crop Circle

Fenomena crop circle belakangan ini tiba-tiba jadi buah bibir. Bermula dari ditemukannya crop circle di Sleman Jogjakarta yang kemudian memicu berbagai spekulasi. Benarkah ini perbuatan mahluk luar angkasa atau hasil perbuatan manusia ?

Nah, joke di bawah ini mungkin sudah pernah anda baca sebelumnya, isinya adalah pernyataan beberapa pejabat negara atau tokoh nasional yang seakan-akan berkomentar tentang crop circle. Isi komentarnya disesuaikan dengan komentar khas sang pejabat. Ini beberapa di antaranya :

SBY : Crop circle itu kejadian misterius, sama misteriusnya dengan gaji saya 7 tahun tidak naik2.!!

Aburizal Bakrie : Waah..Itu jelas sekali karena bencana alam, sama seperti kasus lumpur Lapindo….

Nudirman Munir dkk: Kami tidak bisa menjawab karena tidak ada rujukan…

Maka karena itu kami mau study banding dulu ke Inggris, Amerika, Belanda, dan Pattaya.

Sri Mulyani: Crop Circle bukan salah saya, itukan salah BI.

Syahril Johan: Masalah crop circle itu gampang dibereskan, tinggal berapa nilai check yg kamu setor ke saya.

Susno Duadji: Keterlaluan kalo saya dibilang yg membuat crop circle. tanya aja ke kapolri.

Tanggal 3 Februari seorang anggota milis blogger Makassar memposting tulisan di atas. Dengan segera tanggapan muncul dari beberapa member lainnya, belakangan malah dibuat seolah-olah seperti komentar para blogger anggota Anging Mammiri tentang crop circle. Komentarnya disesuaikan dengan komentar khas mereka di milis selama ini. Berikut adalah kompilasi komentar mereka :

Piwing: RIM gak berkontribusi sama sekali dlm pembuatan Crop Circle itu.

PiwinG adalah seorang blogger yang aktif di DNS Nawala, komentar di atas adalah plesetan atas komentarnya tentang kontribusi RIM terhadap Nawala

Daeng Marowa: harusnya crop circle itu diadakan di markas Jatibening. Tapi kalo ane yg ajakin, pasti kagak ade yg mau

Dg Marowa: Intinya, kalo menilai sesuatu, jgn digeneralisir. Masa aq disamain sama crop circle? Yah bedalah.

Daeng Marowa (DM) adalah (mantan) blogger yang sering mengeluh karena anak-anak AM jarang bisa memenuhi undangan kopdarnya di Jatibening. Dalam setiap diskusi beliau juga terkenal dengan komentarnya yang kadang santai tapi tajam, termasuk soal generalisir terhadap satu masalah.

DeNun: begitulah karena kita kurang perhatian sama maritim makanya dibuat crop circle di sawah, mustinya di laut!

DeNun: janjian kopdar bahas crop circle batal. Saya lagi didaulat ke pelangi.

Daeng Nuntung (DN) blogger yang punya perhatian serius pada soal kelestarian laut dan maritim dan terkenal dengan alas an membatalkan acara kopdar karena terlanjur didaulat untuk acara lain.

Mustamar Natsir : Kalau crop circle ini kita bikinkan website dan pasangi ad sense, saya yakin dalam 1 bulan bisa dapat USD 1000

Mustamar, blogger yang terkenal sebagai jagoan adsense. Rajin mengeluarkan pendapat dan komentar soal bagaimana memanfaatkan website untuk meraup dollar.

Irayani Queencyputri : pengen tahu caranya bikin crop circle ? KOPDARKAN !!!!

Rara: Ndak percaya ma’ lagi sama Denun, sama seperti saya ndak percaya sama crop circle itu.

Irayani Queencyputri (Rara) : si ratu kopdar wilayah Jakarta dan dikenal punya masalah (dalam konteks bercanda) dengan DN.

Irhapunya : kalau saya dapat ini yang bikin crop circle saya keplak keplak !!

Irha, blogger yang terkenal dengan istilah keplak-keplak setiap kali jadi korban candaan

Intan Baidoeri : injak-injak yang bikin crop circle !!

Sama seperti Irha, Intan terkenal dengan istilah injak-injak.

Opa Brad: Dp membahas crop circle, mendingan culik saya sini untuk gila2an.

Opa brad: pokoknya di atas jam 11, available utk kopdar crop circle!

Opa Brad, aslinya blogger Depok yang sudah berkali-kali diculik anak-anak AM saat ada acara di Jakarta. Tidak seperti korban penculikan umumnya, beliau ini malah menawarkan diri.

Daeng Taqdir: Tersedia ukuran S, M, L, XL, dan XXL. Jahitan bagus. Bahan katun asli dari Jepara. Ada juga yang dari luar angkasa.

Daeng Taqdir adalah penanggung jawab untuk urusan baju seragam AM sehingga ke mana-mana selalu bawa contoh baju untuk fitting.

Nanie : crop circle itu biasa ji, bisaji kita bikin di IGO juga

Nanie, koordinator kopdar yang pertama mengusulkan IGO sebagai mabes tidak resmi AM.

Haerul : Tadi pagi saya dapat sms kalau ada Crop Circle, ini betulan atau spam ya ? apapun itu SADAMDA BASEMEN

Beberapa kali Haerul mengirim email ke milis meminta pendapat soal keaslian sebuah email atau sms, padalah sudah jelas-jelas spam. Istilah SADAMDA BASEMEN adalah taglinenya, artinya : salam damai dan bahagia selalu menyertai. Tsaaahh !!!

Anhie : aaargghh gara2 crop circle saya belum punya judul akhir *jduk2in kepala ke tembok

Nhie: apa maksudna corp circel? *garuk-garuk*

Anhie (Nhie) , member yang paling suka menyiksa diri (dalam artian bercanda) plus dia juga paling lambat loading meski aslinya cerdas. Oh ya, Nhie juga terkenal dengan typho-nya

Unga : ada yang mau crop circle ? saya punya mulai dari KW1, KW2, KW3, Ori dan premium Ori..mau..?

Unga: aku bentji CS crop circle

Unga adalah anak AM yang punya usaha jual tas bermerek, entah kenapa dia juga benci dengan yang namanya costumer service.

Anbhar : crop circle ?! *send to draft

Blogger yang lebih sering jadi drafter, alias nyimpan tulisan di draft. Dulu blogger tahunan (satu postingan satu tahun) tapi sekarang sudah jadi blogger bulanan.

eko: jangna sembaranagn bilang itu crp cirlce nanti kena karma…

Eko, raja typho. hampir tidak ada emailnya yang bebas dari typho, lucunya setiap kali typho-nya saya kritik tidak lama kemudian justru saya yang typho. Karma ?

Oom Bisot : @bisot just ousted @alien as a mayor of crop circle on 4sq

Bisot : just unlocked “Crop Circle” badge on foursquare

Si raja badge di foursquare, itulah Oom Bisot. Jumper asli demi mengumpulkan ratusan badge. Jangan percaya keberadaannya based on foursquare.

John Cendra : sekali lagi crop circle ini tidak ada keterangan tanggal dan tempatnya

John, si tukang kritik. Entah kenapa dia bisa saja menemukan kesalahan dari sebuah pengumuman.

Iqko : keluarkan saya dari crop circle iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!!!

Iqko, di awal-awal gabung milis dia pakai email ya*** dank arena traffic yang tinggi dia sampe teriak : keluarkan saya dari milis iniiiiiiiii !!!

Pak amril : OK siip. Ini juga baru ketemuan pertama sama agen crop circle untuk berikutnya saya akan ajak teman2 AM di Jakarta

DeBat: maaf Ra, akhir minggu jatahnya anak2. Moga sukses deh kopdar crop circlenya.

Amril T. Gobel ( De Bat), blogger yang jadi ujung tombak promosi AM kepada para calon sponsor dan rekanan di Jakarta, terkenal juga karena kesulitannya ikut kopdar di akhir pecan karena sudah terlanjur ada janji dengan anak-anaknya.

DeRus: crop circle? BLOKIR!!!

Ruslee (DeRus)si tukang blokir. Blogger yang sekarang mengadu nasib sebagai TKI di Timur Tengah ini terkenal dengan istilah blokir-nya untuk semua thread yang agak ke sana-sana.

Nah, itulah komentar para blogger Makassar tentang fenomena crop circle yang sedang heboh. Bagaimana dengan anda ? punya komentar khas ?

February 05, 2011 in angingmammiri, Random Post

Anging Mammiri di SCFM

Suasana siaran dengan SCFM

Minggu 16 Januari 2010, Anging Mammiri mendapatkan undangan dari radio Suara Celebes 90,9 FM untuk mengisi acara Community Time, acara ini memang mereka gelar setiap hari minggu mulai jam 10-12. Bintang tamunya adalah wakil berbagai komunitas yang ada di Makassar, online maupun offline.

Minggu itu saya datang bersama Iqko, ?Nanie dan Anbhar di tengah guyuran hujan yang begitu rajin membasahi kota Makassar. Setelah berkenalan dengan kru SCFM kami mulai masuk ke ruang siaran. Sesi pertama dimulai dengan bincang-bincang soal blogger Makassar, mulai dari sejarah pendirian hingga sifat keanggotaan.

Ketika sesi pertama baru saja selesai dan iklan mulai meluncur, di luar cuaca makin tidak bersahabat. Angin kencang diiringi petir menyambar-nyambar, ujung-ujungnya listrik terputus. Seluruh ruangan menjadi gelap gulita sementara di luar hujan, angin dan petir makin menggila. Akhirnya karena pertimbangan cuaca itu siaran dibatalkan. Kami menanti dalam kegelapan sambil menunggu hujan reda. Oleh pihak SCFM kami diminta untuk datang 2 minggu kemudian untuk kembali hadir di acara yang sama.

2 minggu kemudian, atau tanggal 30 Januari saya dan Iqko kembali hadir di SCFM. Kali ini cuaca sangat bersahabat sehingga kemudian pihak SCFM berinisiatif menggelar acara di halaman depan kantor mereka yang jaraknya hanya beberapa meter dari jalan raya yang betul-betul ramai.

Ada enaknya juga sih, suasana lebih santai dan tidak terlalu kaku seperti waktu pertama kali siaran di bilik siar, tapi masalahnya adalah karena suara lalu lalang kendaraan kadang begitu mengganggu, belum lagi konsentrasi yang kadang teralih akibat para pemakai jalan yang lalu lalang. Begitupun, acara tetap berlangsung lancar.

Berbeda dengan pengalaman pertama saat saya masih sangat kaku, kali ini saya jauh lebih rileks. Kalau Iqko, tidak usah dibilang lagi karena toh aslinya dia pernah jadi penyiar radio jadi soal tampil di radio pasti sudah bukan barang baru lagi buat dia.

Sesi pertama diawali dengan perkenalan tentang Anging Mammiri, tentang sejarah berdirinya AM, tentang sifat keanggotaan dan tentang apa saja kegiatan AM selama inim. Acara berjalan lancar, toh apa yang ditanyakan adalah hal-hal yang selama kurang lebih 4 tahun ini sudah sering kami ulang-ulang di berbagai kesempatan.

Ada satu pertanyaan kritis yang dilontarkan sang penyiar tentang sejauh mana kontribusi AM dalam mengajukan saran dan kritik terhadap pemerintahan. Agak susah menjawabnya karena selama ini kami mungkin memang belum sampai pada tahap mengumpulkan ide, saran ataupun kritik yang kemudian diserahkan langsung kepada pihak pemerintah, baik pemerintah kota maupun pemerintah daerah. Selama ini kami di AM hanya menggunakan status kami sebagai blogger untuk berbicara banyak hal soal pemerintahan yang kemudian kami tuangkan di blog masing-masing ataupun di blog Anging Mammiri. Kami belum punya akses ke pemerintah dan memang belum sampai kepada tahap mengkritisi secara langsung tentang kebijakan pemerintah.

Oh ya, dalam kesempatan siaran tadi kami juga terang-terangan mengungkapkan kebanggaan atas prestasi Rara yang berhasil menjalankan tugas sebagai chairwoman pada Pesta Blogger 2010 kemarin.

Menjelang pukul 12, sampailah kami pada puncak acara. Syukurlah bahwa siaran Community Time dengan bintang tamu AM berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada SCFM yang sudah mengundang kami sebagai bintang tamu. Sampai ketemu di lain kesempatan.

Happy blogging !!

January 30, 2011 in angingmammiri

Kopdar, Pentingkah ?

Pesta Blogger, ajang kopdar terbesar onliner Indonesia

Kopdar, kata ini pasti akrab di telinga para penggiat atau cuma sekedar pengikut komunitas yang bersifat online. Saya belum menemukan sejarah munculnya istilah ini. Kopdar atau singkatan dari Kopi Darat setahu saya memang sudah lama hadir, sejak jaman komunikasi masih menggunakan radio Handy Talkie atau istilahnya nge-break. Kalau anda tidak tahu detailnya seperti apa,silakan tanya bapak, paman atau mungkin kakak yang berjaya di tahun 70 hingga awal 90an.

Meski mungkin tidak ada yang bisa menjelaskan arti pas dari kata kopdar tapi setidaknya semua pasti mengerti apa itu kopdar. Bagi komunitas online di Indonesia, kopdar adalah sebuah ritual penting untuk tetap menegaskan eksistensi komunitas tersebut. Tanpa kopdar- entah yang rutin atau tidak-komunitas online biasanya hanya dianggap komunitas maya tanpa aksi di dunia nyata.

Bicara soal kopdar, komunitas Anging Mammiri tempat saya bernaung kebetulan sedang rajin kopdar dalam kurang lebih 3 bulan belakangan ini. Selain kopdar rutin ada juga kopdar dadakan yang tidak direncakanan sebelumnya. Kopdar rutinnya selain berupa rapat internal mengenai persiapan agenda acara AM, rapat kerja AM atau kegiatan bulanan juga berupa acara Tudang Sipulung yang memang rencananya akan digelar rutin setiap bulan.

Sementara untuk kopdar tidak rutin dan dadakan, biasanya dilangsungkan karena ada tamu para blogger atau sahabat-sahabat dari luar kota yang ingin bersilaturahmi dengan Anging Mammiri. Ada juga kopdar yang terjadi tiba-tiba karena misalnya ada salah satu member AM yang sedang mengadakan acara atau menggelar hajatan.

Beberapa hari yang lalu ada pertanyaan di milis Anging Mammiri, sebenarnya terminologi kopdar itu apa sih ? Apakah pertemuan yang sudah rutin dan sering (bisa sampai 3 kali seminggu) dianggap kopdar juga ? Bukankah kopdar itu lebih pas disematkan untuk pertemuan khusus yang terjadi misalnya sebulan sekali atau pertemuan dengan sesama anggota komunitas yang belum pernah ( atau jarang ) bertemu sebelumnya ? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak terjawab dengan tuntas karena memang ada sebagian yang menganggapnya tidak penting untuk dijawab.

Persoalan terminologi, pengertian atau apalah namanya sepertinya sudah tidak menjadi penting lagi karena esensi kopdarlah yang jadi lebih penting. Selain bersilaturahmi, membahas sebuah acara atau program, kopdar juga jadi ajang untuk berbagi informasi, pengetahuan dan tentu saja untuk merekatkan kebersamaan dalam komunitas tersebut. Komunitas online biasanya hanya dibangun oleh keinginan dan passion yang sama terhadap sebuah hal yang sama pula, tidak ada ikatan legal dan komersil apalagi berbentuk ikatan hukum sehingga ajang kopdar kemudian dianggap penting sebagai perekat utama dalam bangunan komunitas tersebut.

Kopdar yang sering terjadi dan dibentuk oleh kesamaan sikap, pandangan, ide dan passion itu perlahan-lahan akan menimbulkan rasa sayang pada komunitas tempat kita bernaung. Ini hal yang wajar karena biasanya dalam kopdar hal-hal yang dibahas bukan hanya hal-hal seputar issu komunitas, kopdar biasanya merembet ke hal lain yang lebih luas apalagi bila kita betul-betul menemukan teman dengan aliran yang sama. Kopdar yang tadinya diberi label meeting seriuspun biasanya tak sepi dari OOT (Out Of Topic) karena ada topik lain yang jadi dominan dan diminati banyak peserta meeting.

Sifat kopdar yang beragam dan dinamis ini menjadikan beberapa anggota komunitas jadi ketagihan.Tak heran bila beberapa teman kemudian seperti keranjingan kopdar. Kami menyebutnya banci kopdar (tentu saja dengan perspektif positif ). Dalam komunitas Anging Mammiri sebut saja Taqdir Arsyad, lelaki yang sebelumnya lama bermukim di Jogjakarta itu kemudian menjadi malas kembali ke Jogja salah satunya karena agenda kopdar yang padat selain tentu saja karena dia memang mencintai tanah kelahirannya.

Kami di Anging Mammiri pernah punya satu pengalaman yang lucu seputar kopdar. Suatu hari kami kedatangan tamu dari seberang. Beliau mengakunya anggota dari salah satu komunitas blogger dan tentu saja sebagai tuan rumah yang baik kami menyambutnya dengan hangat dalam sebuah kopdar khusus yang kami rangkaikan dengan meeting persiapan ulang tahun Anging Mammiri waktu itu.

Sayangnya, sang tamu ternyata membawa misi yang lain dari sekedar kopdar dan menjalin silaturahmi antar blogger. Beliau yang berlatar belakang marketer ini kemudian memanfaatkan waktu kopdar untuk berceramah sesuai bidang yang dia tekuni. Pembicaraan menjadi monoton, yang terjadi adalah sebuah sesi belajar satu arah dengan dia yang menjadi pembicara tunggal.

Iyya sih, kami bersyukur karena beliau mau membagi ilmu tapi yang membuat teman-teman jadi bete adalah karena bukan bentuk kopdar seperti ini yang mereka bayangkan. Setahu kami kpdar adalah ajang untuk bersenang-senang, bersilaturahmi, dan kalaupun misalnya ada dialog yang terjadi sebaiknyalah dialog itu berlangsung dengan ringan dan santai, bukan seperti dialog antar guru dan murid. Terus terang kopdar itu jadi kopdar paling lucu yang kadang selalu kami bahas hingga sekarang. Tapi sudahlah, bagaimanapun kami tetap menghargai beliau sebagai tamu dan berterima kasih untuk kedatangannya. Setidaknya kami jadi ada tambahan perspektif kopdar yang berbeda.

Oke, di ujung cerita saya ingin bertanya. Seberapa penting sih kopdar itu menurut kalian ? Ini juga yang ditanyakan oleh mas Ferdi dari Kunci pada saat kopdar bersama beliau minggu lalu.

Seperti yang saya bilang di beberapa paragraf di atas, kopdar itu penting menurut saya. Kopdar meski mungkin isinya hanya bersenang-senang tapi setidaknya ada efek positif yang bisa dirasakan. Apalagi kalau kopdarnya memang punya tujuan khusus. Kopdar membuat kita memenuhi basic insting sebagai makhluk sosial yang butuh interaksi nyata dengan manusia lainnya, bukan cuma interaksi di dunia maya.

Jadi, tetaplah ber-kopdar dan cari nilai positifnya. Setuju,bukan ?

January 28, 2011 in angingmammiri, Opini

Anging Mammiri di TEDx

TEDx Makassar, 29 Juli 2010

Sebenarnya ini adalah cerita lama yang terjadi tanggal 29 Juli 2010, sayang karena kesibukan saya lupa untuk menuliskannya ?hingga kemarin (19/1/11) saya diingatkan seorang kawan yang mengirim video presentasi saya ke milis. Semoga cerita ini belum basi.

Suatu hari di bulan Juli 2010 saya mendapatkan email dari Ntans, isinya forward dari BAKTI sebuah LSM yang bergerak di bidang pengembangan kawasan Timur Indonesia. Isi email itua dalah meminta salah satu wakil dari Blogger Makassar untuk hadir dalam acara TEDx Makassar dan membawakan presentasi tentang blog. Permintaan Ntans saya penuhi, toh cuma pertemuan biasa pikir saya. Karena masih menganggap enteng plus adanya kesibukan sampai beberapa hari sebelum hari-H saya masih bersantai-santai.

Sehari sebelum acara saya dapat email reminder dari panitia mengingatkan tentang acara TEDx Makassar, saya iyakan kalau saya bersedia hadir dan memberikan presentasi keesokan harinya. Iseng saya membuka google dan mencari tahu tentang TEDx. Betapa kagetnya saya ketika tahu kalau ternyata ajang TEDx itu bukan ajang main-main.(Cerita lengkap TEDx bisa anda baca di sini.)

Secara singkat, TEDx adalah sebuah ajang tempat berbagi di mana bintang tamunya berasal dari berbagai kalangan. Beberapa orang terkenal sudah pernah tampil menjadi bintang tamu dan memberikan presentasinya dalam ajang TEDx ini, di antaranya ada Bono U2 dan Al Gore mantan wapres AS.

Melihat fakta itu saya langsung kaget dan tidak menyangka kalau ini bakal jadi ajang yang serius. Dan, deg-deganlah saya. Sayangnya hari itu saya sibuk dan tidak sempat membuat presentasi yang memadai, pun dengan keesokan harinya. Saya hanya sempat membuat catatan 2 halaman tentang sejarah blog, sejarah Anging Mammiri dan kegiatan kreatif Anging Mammiri selama ini. Sudah, sangat sederhana.

Sore harinya saya sudah tiba di lokasi. Ntans yang menghubungkan saya dengan pihak BAKTI malah terlambat tiba dan baru tiba menjelang acara dimulai. Saya masih tenang, pikiran buruk belum muncul, lagipula peserta terlihat masih sedikit. Beberapa menit sebelum acara dimulai ternyata peserta makin banyak dan halaman belakang kantor BAKTI tiba-tiba jadi penuh sesak. Deg !! saya mulai deg-degan.

Acara dibuka dengan potongan video berisi 2 presentasi dari 2 TEDx di luar negeri, kedua pembicaranya juga bukan orang biasa. Saya tidak hapal namanya, tapi tentu saja mereka bukan orang biasa. Terlihat dari materi dan presentasi yang mereka sampaiakn. Oalah..pembuka ini malah makin membuat saya grogi, apalagi saya jadi penampil pertama.

Ketika tiba giliran untuk tampil, rasanya saya sempat blank beberapa detik. Beban berat terasa di kepala, sungguh bukan situasi yang nyaman. Perlahan-lahan saya memulai presentasi yang sangat sederhana ini dengan jantung yang masih berdebar kencang. Lama kelamaan rasanya sudah makin enjoy hingga rasanya makin lancar menambahkan beberapa improvisasi yang muncul di kepala dan tidak tertuang dalam kertas presentasi yang saya pegang.

Akhirnya jatah 15 menit yang diberikan habis juga. Dengan mengucapkan salam saya meninggalkan panggung kecil dengan pencahayaan temaram itu. Pfiuhhh..rasanya sungguh lega seperti baru saja melepaskan sebuah beban yang teramat berat. Puas ? sesungguhnya tidak. Bila saja saya mengantisipasinya lebih awal mungkin saya bisa membuat presentasi yang lebih interaktif daripada sekedar tulisan seperti malam itu. Senang ? tentu saja senang, suatu kebanggaan bisa tampil dalam acara TEDx dan berdiri berjajar dengan orang-orang luar biasa meski tentu saja saya sangat biasa dibanding mereka.

Tapi, sekali lagi saya masih belum merasa puas. Seandainya masih ada kesempatan lagi saya berjanji untuk membuat sebuah presentasi yang lebih menarik dan interaktif daripada presentasi malam itu.

Seandainya..

video presentasi saya di YouTube :

January 20, 2011 in angingmammiri

Pesta Blogger, Pestanya Para Onliner

Sang Wanita Kursi Sedang Berpidato

” Hai, saya anu..kamu si itu ya..?”

” Hai, kamu pasti yang namanya itu ya ?”

Tahun ini, pesta blogger kembali digelar seperti yang sudah digelar sejak tahun 2007. Ada yang berbeda dari pesta blogger tahun ini, kalau sebelumnya lingkup pesta ini hanya berkisar pada para blogger maka tahun ini pesta blogger diberi label + alias menambahkan unsur lain selain para blogger. Di dalam + (plus) itu juga termaktub para facebooker, tweeps, koproller, dan komunitas lainnya. Beberapa bahkan adalah komunitas offline.

Epicentrum Walk yang belum lagi selesai 100% itu padat oleh para peserta sejak pagi hari. Beberapa orang datang bergerombol dengan kostum seragam yang menggambarkan identitas komunitasnya, beberapa lainnya datang sendiri-sendiri untuk kemudian bertemu dengan teman-teman lain yang biasanya akrab di dunia maya. Tak heran bila percakapan seperti di paragraf awal menjadi percakapan yang banyak tersaji di setiap sudut Epicentrum Walk hari sabtu itu.

Lewat beberapa menit dari pukul 10, acara mulai dibuka. Di atas panggung luas yang jadi pusat acara, sepasang MC mempersilakan segerombolan anak-anak berbaju merah naik ke panggung. Mereka adalah anak-anak kecil berusian antara 8-11 tahun yang kemudian dengan penuh semangat menarikan Gandrang Bulo, sebuah tarian khas Makassar. Dengan dinamis anak-anak itu menari diiringi hentakan gendang di sisi panggung. Sayang, suara sang pemimpin tarian tak terdengar hingga ke barisan penonton karena mic yang mati. Meski begitu sebagian besar penonton nampak larut dalam alunan irama gendang dan tarian yang dinamis itu.

November 02, 2010 in angingmammiri, Jalan-Jalan, Opini, Random Post

Merayakan Keragaman di Makassar

Lelaki itu berperawakan kecil, berkacamata dan berjenggot lumayan tebal. Saya menjulukinya sebagai lelaki yang di kepalanya ada kantor yang tak pernah libur, merujuk ke puisi ciptaannya sendiri. Dia memang seorang penyair, seorang penulis, seorang pembuat film dan seorang yang selalu penuh dengan ide.

Namanya Aan Mansyur. Sabtu malam (21/8) di Dapur Makassar Jl. A. Mappanyukki dia tampil di depan sekitar 100-an orang yang merupakan wakil dari berbagai komunitas di kota Makassar untuk menjelaskan banyak hal dan berdiskusi banyak hal tentang gerakan warga yang bertajuk ?Makassar Tidak Kasar?. Diskusi ini adalah rangkaian acara yang digelar komunitas blogger Makassar, AngingMammiri.org hari itu selain Tudang Sipulung dan sharing antar komunitas. Keseluruhan acara adalah rangkaian Pesta Blogger 2010

Tahun ini kota Makassar memang mendapat kehormatan untuk menjadi kota pertama yang dikunjungi oleh tim Pesta Blogger 2010 sebelum bertandang ke 9 kota lainnya di Indonesia. Namun, kehormatan ini pula yang membuat menjadi beban bagi kami dari AngingMammiri sebagai panitia lokal. Kami merasa tertantang untuk menampilkan sesuatu yang luar biasa yang bisa jadi inspirasi dan contoh bagi komunitas blogger lain yang akan didatangi oleh rombongan dari Pesta Blogger 2010. Sayangnya waktu persiapan yang mepet membuat kami sedikit pesimis juga akan bisa memenuhi ekspektasi kami sendiri.

August 25, 2010 in angingmammiri

KOIN, PRITA dan KEADILAN

koinpritaam

Seorang teman saya- namanya Kele – datang dengan sekantong plastik kecil berisi uang logam dalam berbagai nominal. Saya tidak tahu jumlahnya berapa tapi jelas berpuluh-puluh ribu rupiah.

“ Ini sumbangan Naufal untuk ibu Prita”, katanya ketika menyerahkan kantong plastik kecil itu ke saya. Naufal adalah nama anak pertamanya, usianya belum 3 tahun saya rasa.
Sehari sebelumnya saat pertama kali saya mengedarkan kaleng berisi koin sumbangan untuk Prita, Kele memang sudah cerita kalau dia punya celengan berisi koin punya anaknya di rumah.

Yah, seminggu yang lalu saya memang berinisiatif untuk mengedarkan kaleng kecil bekas tempat sarung di kantor saya sebagai wadah untuk menampung koin-koin berbagai nominal sebagai bentuk dukungan untuk ibu Prita Mulyasari. Kaleng itu sudah terisi lebih dari ¾ bagian, hasil tabungan saya setiap kali saya ada uang koin kembalian. Biasanya kaleng itu saya buka setahun sekali atau sepenuhnya saja. Biasanya isinya lebih dari Rp. 100 ribu, tapi pernah juga hanya sekitar 90-an ribu.

Terus terang saya cukup tergugah dengan kasus ibu Prita ini. Ada sesuatu dalam diri saya yang rasanya terusik oleh kasus yang ibaratnya David vs Goliath ini. Sebenarnya agak terlambat sih karena inisiatif mengumpulkan koin sudah lama bergulir sebelum saya menyadarinya. Ketika riuh rendah acara puncak ulang tahun komunitas AngingMammiri baru saja berakhir, saya berinisiatif mengajak teman-teman blogger Makassar untuk ikut mendukung gerakan moral ini dan syukurlah teman-teman menyambut baik. Kami lalu menyebar di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja kami untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin dan kemudian menyatukannya untuk dikirim ke posko koinkeadilan.com. Beritanya bisa dibaca di sini.

Bagi saya gerakan ini penting, sangat penting malah. Intinya bukan pada berapa jumlah koin yang terkumpul, atau seberapa besar sensasi yang ditimbulkan, tapi intinya adalah pada seberapa besar kita peduli pada sebuah ketidakadilan yang sedang terjadi. Kasus ibu Prita melawan RS.Omni International ini adalah preseden buruk tentang wajah keadilan di negeri kita. Bagaimana mungkin seorang ibu rumah tangga yang jadi korban buruknya pelayanan rumah sakit yang kemudian berkeluh kesah tentang kesusahannya malah kemudian berakhir sebagai korban.

December 21, 2009 in angingmammiri, Random Post

Catatan Tentang Sebuah Kebersamaan

IMG_4398

Pagi itu Makassar sedang cerah. Musim hujan memang belum sepenuhnya jadi penguasa meski mendung kadang rajin bergelayut. Pagi itu belasan manusia muda sedang sibuk mempersiapkan sesuatu di sebuah cafe di bilangan Tamalanrea, cafe Blogger namanya.

Manusia-manusia muda itu adalah kumpulan para blogger yang dekat dengan kota Makassar, mereka anggota AngingMammiri.org, komunitas blogger Makassar. Dan hari itu, Minggu 6 Desember 2009 adalah puncak perayaan hari ulang tahun ke-3 komunitas Blogger Makassar. Agak terlambat memang karena sebenarnya hari ulang tahun AngingMammiri jatuh dibulan November. Tapi tak apalah, yang penting niat merayakannya tetap terlaksana.

Acara tahun ini memang penuh dengan tantangan, jauh melebihi persiapan tahun-tahun sebelumnya. Masalah dimulai dengan kesibukan luar biasa sang ketua panitia, Akmal Alamsyah. Sang ketua terjebak dalam situasi yang luar biasa melelahkan akibat krisis listrik yang melanda SulSel. Sang ketua panitia memang mengabdi pada perusahaan yang sekarang sedang jadi primadona para pengumpat yang kesal akibat listrik yang putus nyambung-putus nyambung. Akibatnya, sang ketua panitia sangat sulit membagi konsentrasi untuk mengurus persiapan ulang tahun AM di antara kesibukan kerjaannya yang luar biasa.

Persiapan acara sempat terkatung-katung selama beberapa waktu, bahkan puncak acaranyapun mengalami revisi beberapa kali termasuk juga format acara. Semua karena kesibukan luar biasa dari para teman-teman panitia. Nah, kesibukan kerjaan utama yang luar biasa ini pula yang kemudian membuat munculnya beberapa miskomunikasi antar panitia dan sponsor.

Salah satu sponsor sempat menghembuskan angin surga ke kuping para panitia. Katanya akan ada kucuran dana yang lumayan untuk menutupi sebagian besar keperluan acara. Teman-teman panitia sempat terlena beberapa saat, tapi sayangnya beberapa hari sebelum acara muncul pemberitahuan kalau mereka tak jadi mengucurkan dana saat ini, mereka hanya menanggung publikasi saja. Saya masih ingat betul bagaimana kagetnya teman-teman panitia mendengar kabar ini, saya juga bisa merasakan bagaimana rasa kesal luar biasa menjalar seketika meski itu hanya lewat milis. But..show must go on..

Tuhan masih sayang pada mereka. Di saat-saat kritis, ada uluran tangan dari seseorang. Sebuah bank syariah besar berbaik hati mengajukan diri menjadi sponsor. Nafas lega bisa dihela kembali meski rasa kesal dan khawatir juga tetap muncul.

Dan benar saja, rasa kesal itu kembali muncul ke permukaan waktu tahu realisasi janji sponsor soal publikasi. Waktu yang mepet dan kerjasama yang tak jelas membuat publikasi jadi berantakan. Sang sponsor seperti setengah-setengah memberi ruang untuk publikasi, buktinya banyak teman-teman yang komplain dan resah soal penempatan baliho dan spanduk, belum lagi soal penayangan iklan koran yang hanya dimuat di koran kelas abal-abal. Luar biasa mengesalkan..!!

Hasilnya terlihat di hari H. Sejam sudah lewat dari tenggat di mana seharusnya acara dimulai, tapi peserta yang hadir betul-betul bikin cemas. Kursi yang sudah ditata rapi masih kosong melompong. Beberapa panitia sudah mulai kasak-kusuk. Seorang panitia yang hari itu bertugas sebagai MC malah berharap bisa menarik rombongan pengantar orang mati yang kebetulan melintas di depan cafe Blogger untuk bisa singgah dan memeriahkan acara.

Tapi sekali lagi, show must go on..tak ada kata mundur..

December 10, 2009 in angingmammiri

Pantaskah Mereka Jadi Favorit ?

Setta

Kemarin (7 des 09), sebuah komentar masuk di postingan tentang pengumuman pemenang AngingMammiri Award 3 tahun 2009. isinya begini :

“ mmm q dah liat liat blog yang dipilih, kok blognya gak bagus2 amat eh banyak yang pilih yah?? apa karena teman? atau karena rekayasa? seperti blog ini “http://setta81.multiply.com/” —-> tdk untuk di vote.. yang saya lihat isinya gak semenarik dari apa yang anda vote.. tampilannya aja buat mataku sakit.. penempatan backgrounnya…
dan “http://pancallok.blogspot.com/” nah ini blog yang buat sampah di google aja,, artikelnya kebanyakan ciplakan yah? dan sudah bukan rahasia baru — titlenya Berita baru– tapi isinya gak baru..

saya cobe cek aja tapi menurutku gak ada yang saya tertarik..
jadi yang saya simpulkan mungkin ini cuma rekayasa saja. dalam artian cuman dari teman pemilik blogm, bukan murni dukungan dari audience.
but ada satu daya tarik saya sama blog satu orang, isinya seperti ada komunikasi antara blog dan si punya blogger.  yah semacam dia seperti curhat ke blog itu. coba aja kalian cek satu satu lagi. isinya orisinil dan di dalam blog itu ada semacam pesan buat pembacanya. jujur aku sempat tertarik membacanya. ciri blognya itu dari blogspot.

di coba aja cari siapa dia.

maaf bukannya aku membela satu pihak, tapi dia kayaknya layak.
http://………..s.blogspot.com

itu sja yang bisa saya share
nice buat dia layoutnya juga mantap. “

Saya kurang tahu siapa yang menulis komentar itu, tapi sebagai penanggung jawab AngingMammiri Award, saya merasa perlu membuat klarifikasi tentang  keputusan pemenang di AngingMammiri Award, khususnya untuk kategori blog terfavorit dan blog pendatang baru terfavorit.

Oke, tanggapan saya seperti ini :

December 08, 2009 in angingmammiri, Random Post

Kampanye

Kalender Post

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Switch to our mobile site