State of Love and Trust

there’s no president here

Yang Tersisa dari Turnamen itu

Posted by ipul on May 20, 2008


sm1seagant11eps1.jpgWajahnya menegang, bahkan berkedippun rasanya dia tak sempat lagi. Kedua jarinya bertaut dan melekat di depan mulutnya. Sesekali mulutnya komat-kamit sambil melafalkan doa. Sesekali juga teriakan “Yes” meluncur dari mulutnya, seiring dengan lonjakan tubuhnya nyaris meninggalkan kursi yang didudukinya. Namun, tak jarang juga keluhan meluncur dari bibirnya. Sementara matanya tak pernah lepas dari deretan gambar demi gambar di layar televisi.

 

Aksi di atas adalah sedikit rekaman bagaimana ketegangan Ofie-istri saya-saat menyaksikan aksi para srikandi bulutangkis kita menantang China di final piala Uber. Ketegangannya sangat terasa, utamanya saat aksi ganda pertama Indonesia menghadapi ganda pertama China. Pertarungan memang sangat ketat, Indonesia berhasil memaksakan rubber set meski akhirnya harus mengakui juga kelebihan para pebulutangkis China itu.

 

Saya yakin, istri saya tidak sendirian. Mungkin ada jutaan orang Indonesia lainnya di waktu yang bersamaan yang sama-sama merasakan arus adrenalin yang mengalir lebih kencang dari biasanya.

 

Saya sendiri sebenarnya sempat tegang juga, meski akhirnya belakangan lebih sering tergeli-geli melihat aksi tegang Ofie. Sejak awal saya memang sudah pesimis tim Uber kita bisa mengalahkan China, namun di balik rasa pesimis itu saya tetap mengacungkan jempol untuk semangat mereka. Semangat yang kelihatan sekali berkobar sungguh hebat demi kejayaan bangsa. Mereka tidak lantas ciut menghadapi China yang sudah memenangi Uber 5 kali berturut-turut.

 

Semangat para wanita tangguh itu sungguh bertolak belakang dengan aksi para pria pengawal tim Thomas kita yang sehari sebelumnya dilumat Korea Selatan dengan angka telak 3-0. Meski lebih diunggulkan, dengan berbagai peringkat individu yang lebih baik dari lawannya, namun nyatanya mereka tetap kalah dari segi mental melawan pasukan-pasukan dari Asia Timur itu. Mengenaskan.

 

Sekali lagi kita mesti melepaskan mimpi menyandingkan piala Thomas dan Uber, bahkan mimpi merebut salah satunyapun harus kita relakan, meski dengan catatan khusus dan jempol buat tim Uber kita yang sudah mampu melewati target hingga semifinal.

 

 Harapan pastinya tetap ada, tinggal bagaimana kita bisa menyikapi harapan itu untuk merubahnya jadi kenyataan. Memang masih banyak yang harus dibenahi, utamanya dari segi fisik dan mental. Bagaimanapun, bulutangkis telah menjadi salah satu cabang olahraga yang secara konsisten mengharumkan nama negeri kita dan itu yang perlu kita pertahankan.

 

Tak peduli pada apapun hasilnya, kita patut berbangga pada perjuangan mereka. Setelah tahun lalu kita berbangga pada perjuangan para pemain sepakbola kita di ajang Piala Asia, tahun ini kita boleh berbangga pada perjuangan tim Uber kita. Harusnya kita bisa lebih sering dibuat bangga seperti ini. Bukan hanya oleh para olahragawan, namun oleh semua orang Indonesia, tak peduli apapun profesinya.

 


 bisa.jpg

 

Tahun ini genap bilangan ke 100 tahun berdirinya Boedi Oetomo yang diproklamirkan DR. Wahidin Soedirohoesodo. 20 mei 1908 selalu diperingati sebagai patokan hari Kebangkitan Nasional. Boedi Oetomo dicatat sebagai organisasi kebangsaan pertama yang mempengaruhi banyak langkah para nasionalis dan perjuangan kemerdekaan negeri kita.

 

Tapi, tahukan anda kalau selama ini Boedi Oetomo juga memantik sejumlah kontroversi yang mempertanyakan keabsahan organisasi ini sebagai tonggak Kebangkitan Nasional kita ?.

 

Boedi Oetomo sebenarnya adalah sebuah organisasi para priyayi kaum Jawa, bahkan dalam sudut yang lebih sempit dari segi sosiaal-culturel hanya memuaskan untuk penduduk Jawa Tengah (A.K. Pringgodigdo: Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia). Boedi Oetomo memang menggunakan bahasa Melayu (Bahasa Indonesia) sebagai bahasa perantara, bukannya bahasa Jawa namun pendukung intinya tetap dari kalangan Jawa dan sedikit dari kalangan Sunda. Rasa keunggulan budaya sebagai orang Jawa sering timbul di permukaan. Boedi Oetomo tidak pernah mendapatkan dukungan nyata dari rakyat kelas bawah dan anggotanya paling banyak 10.000 orang di akhir tahun 1909. Bandingkan dengan Sjarekat Islam yang beranggotakan ½ juta orang di waktu yang sama.

 

Organisasi ini pada dasarnya merupakan lembaga yang mengutamakan kebudayaan dan pendidikan, serta jarang memainkan peran politik yang aktif. Bahkan bisa dikatakan kalau organisasi ini yang sebagian besar berisi kaum priyayi hanya fokus pada masalah-masalah yang berkaitan dengan status mereka.

 

Sementara itu pemerintah Hindia Belanda menyambut baik berdirinya organisasi ini, karena menggambarkan keberhasilan politik etis Hindia Belanda. Pada bulan Desember 1909, organisasi ini dinyatakan sebagai organisasi resmi oleh pemerintah. Sepanjang sejarahnya-sebelum dibubarkan tahun 1935-organisasi ini seringkali digambarkan sebagai partai pemerintah yang seakan-akan resmi.

 

Continue reading »

Celebrating 1 year of State of Love and Trust

Posted by ipul on May 16, 2008

one-year.jpg

Wah, akhirnya…tidak terasa tanggal 14 Mei kemarin tepat setahun saya bergabung dengan para blogger dan resmi menjadi seorang blogger juga. Tanggal 15 mei setahun yang lalu adalah tanggal saat pertama kalinya saya memposting tulisan di blogspot, tepatnya di : http://love-and-trust.blogspot.com.

 

Sebenanya sebelum ngontrak di blogspot, saya sudah sempat nge-kost di salah satu kamar yang disediakan oleh friendster. Posting pertama saya adalah di bulan Februari 2007. Hanya saja, tanggal itu tidak saya jadikan sebagai patokan awal nge-blog karena saat itu nge-blog masih dalam status coba-coba. Mungkin bisa diistilahkan sebagai gladi bersih sebelum benar-benar membuka rumah baru hasil ngontrak di blogspot itu.

 

Karena alasan itulah maka tanggal 15 Mei, saat pertama kalinya saya memposting tulisan di blog saya jadikan sebagai hari bergabungnya saya dengan jutaan blogger lainnya.

 

Ah, setahun berakrab-akrab dengan blog membuat saya menikmati banyak hal. Mulai dari jumlah teman maya-dan nyata-yang terus bertambah, berbagai pengalaman positif yang terus menumpuk, hingga berbagai ilmu baru yang terus berderet. Sungguh sebuah kegiatan positif saya kira.

 

Kalau membaca kembali postingan perdana saya, rasanya geli juga. Tulisan yang sungguh sangat “culun” dan nyaris tak berkualitas. Syukurlah, bahwa sejalan dengan waktu yang terus bertambah plus bantuan dari banyak orang guru (entah secara sadar atau tidak) saya bisa terus mengasah kemampuan dan kemudian bisa memperbaiki kualitas tulisan. Setidak-tidaknya menurut saya.

 

Hari ini, nge-blog sungguh telah menjadi suatu kebutuhan. Tingkatannya mungkin memang masih kalah dengan kebutuhan akan makan dan minum, namun tetap saja nge-blog adalah sebuah kebutuhan. Menulis, entah hanya menulis hal-hal kecil yang nyaris tak berarti hingga sebuah opini yang agak berat menjadi semacam hobi yang selalu minta untuk disalurkan. Dan semua itu kemudian saya bingkai dalam sebuah blog pribadi.

 

Saya tidak tahu sampai kapan saya akan mengakrabi blog dan menjadi bagian dari keluarga besar blogger di seluruh dunia. Namun, sejauh ini flame-nya masih menyala, dan kenikmatannya masih terasa. Bila menilik nilai positif yang bisa saya ambil dari kegiatan ini, rasanya ingin terus mempertahankannya selama mungkin.

 

Continue reading »

Mari kita dukung mereka..!!

Posted by ipul on May 13, 2008

piala_thomas_1984___bersama_2.jpg

Salah satu cabang olahraga yang secara konsisten terus mengharumkan nama bangsa Indonesia adalah cabang bulutangkis. Pertama kalinya Indonesia Raya dikumandangkan di ajang Olimpiade adalah saat pemain-pemain kita berhasil menghempaskan lawan-lawan mereka di Olimpiade Barcelona 1992.

Bahkan sejak jaman Soekarno masih memimpin negeri ini, bulutangkis sudah mampu membuat rakyat Indonesia berbangga diri.

Seingat saya, sedari kecil hanya cabang bulutangkis dan sepakbola saja yang mampu menyedot perhatian banyak pemirsa televisi untuk terus memelototi kotak kaca itu. Dan sepertinya hanya dua cabang itu yang bisa dalam waktu singkat membangkitkan rasa nasionalisme banyak orang Indonesia.

 Setelah tahun lalu, sepakbola berhasil mengundang sebagian besar orang Indonesia untuk tiba-tiba merasa bangga sebagai orang Indonesia, maka tahun ini giliran tepok bulu yang berniat mengundang orang Indonesia untuk memiliki kebanggan yang sama.

Di tengah keterpurukan bangsa besar ini, rasanya kita memang butuh sesuatu untuk sejenak melepaskan segala ketegangan. Kita butuh sesuatu untuk merenungi kembali arti kebersamaan sebagai satu bangsa yang besar dan sesungguhnya bersaudara.

Rasanya kita memang butuh lebih banyak waktu untuk merenungi eksistensi kita sebagai bangsa. Terlalu banyak bukti di depan mata kita yang menunjukkan kalau sebenarnya kita tidak sedang sejalan.

Para pemerintah sibuk dengan urusan masing-masing, sibuk dengan janji-janji yang terus diingkari tak lama setelah diucapkan. Para anggota dewan yang terhormat, yang katanya adalah wakil kita, banyak yang lebih sibuk dengan urusan perut dan sejengkal di bawah perut mereka.

Tinggallah kita rakyat kecil yang harus membayar itu semua. Beruntunglah mereka yang berstatus rakyat tapi punya koneksi dengan mereka yang berkuasa. Mereka bisa menimbun harta sebanyak mungkin dan memelihara lemak sebanyak yang mereka mau.

Sementara kita ?, bahkan untuk menyambung hiduppun kadang butuh keringat yang lebih. Itukah makna persaudaraan kita ?.

Sementara di bagian lain negeri kita, ada serombongan yang merasa punya kuasa mencaci dan memaki rombongan orang yang lainnya. Ada juga rombongan orang yang merasa punya kuasa memerangi rombongan lainnya yang tak seragam dengan mereka. Saling menyerang dan saling melukai.

Momen olahraga akbar yang membawa panji merah putih mungkin hanyalah sebuah momen singkat yang mampu membuat kita merasa berada di bawah satu bendera. Mungkin tak akan berlangsung lama. Selepas acara, kita mungkin akan kembali saling sikut dan saling berpecah. Sibuk menyelamatkan diri masing-masing.

Tapi, mungkin kita harus berhenti sejenak dan merenungi kebersamaan yang mungkin hanya sesaat ini. Kita harus belajar dan mencari makna di balik kebersamaan mendukung tim merah putih kita. Tapi, sempatkah kita melakukan itu semua ?,toh setelah pagelaran ini kita akan kembali pusing memikirkan harga-harga yang naik, pusing mencari jalan menjatuhkan lawan kita yang sebenarnya adalah saudara kita.

Namun, di dalam waktu yang mungkin singkat ini ada baiknya kita berdiri bersama, merasa satu sebagai orang Indonesia untuk mendukung tim Thomas dan Uber kita. Semoga ada maknanya bagi kehidupan kita sebagai bangsa.

Mari kita dukung mereka..!!

Another dumb fool

Posted by ipul on May 8, 2008

 

shabu.jpg

“ Sudah dengar berita belum ?, Adi meninggal hari kamis kemarin”

“ Hah..?, Adi…?. Innalillahi..meninggalnya kenapa ?, kecelakaan..?”

“ Sakit..katanya gara-gara shabu-shabu “

“ Astaghfirullah…”

Itu sepotong percakapan saya dengan ibu di telepon beberapa hari yang lalu. Adi adalah seorang teman saya-tepatnya adik teman baik saya, dulu kami tetanggaan di daerah Antang. Keluarga Adi dan keluarga kami sangat dekat.  

13 tahun kami hidup bertetangga. Dalam rentang masa itu banyak kenangan yang terjalin. Sejak kecil Adi memang termasuk anak yang bengal. Sekolah SD-nya saja harus diselesaikannya dalam waktu 9 tahun. Sejak kecil Adi sudah bercita-cita ingin mengikuti jejak salah seorang pamannya yang pernah kondang sebagai preman di kota Makassar.

Kami sempat kehilangan kontak sejak keluarga kami berpisah 13 tahun yang lalu. Sejak itu saya juga tidak terlalu tahu akan perkembangannya. Yang saya tahu tahun 2000 kemarin dia sempat ditahan 10 bulan karena kedapatan membawa shabu-shabu.

Selepas itu, kehidupannya sempat naik turun. Pernah menjadi sopir seorang pejabat dan (katanya) sudah mulai hidup normal. Tapi kemudian saya sempat mendengar kabar dia pernah berurusan lagi dengan polisi gara-gara berantem dengan aparat di malam tahun baru.

Di keluarganya, Adi memang termasuk salah seorang trouble maker. Berbeda dengan beberapa orang kakaknya, Adi memang paling hobi memusingkan orang tuanya. Entah karena memang sudah bakat sejak kecil atau karena pergaulan.

Puncaknya adalah berita yang saya terima kemarin itu. Adi meninggal karena sakit akibat shabu-shabu. Saya tidak tahu detail penyakitnya seperti apa, tapi saya bisa membayangkan kalau sakitnya itu gara-gara organ tubuhnya telah lama digerofoti barang laknat itu.

Sungguh sebuah akhir yang tak elok bagi sebuah perjalanan umat manusia.

He is just another dumb fool.

About Me

    Tentang

    Sedikit tentang saya

    Hallo..nama saya Ipul. seorang yang sangat biasa dan nyaris tak punya kelebihan apa-apa. di sini anda bisa menemukan banyak hal yang coba saya tulis tentang aktifitas sehari-hari saya, opini saya tentang banyak hal, bahkan sekedar tulisan yang sama sekali tak bermakna. silakan dibaca, syukur-syukur bisa memberikan sesuatu untuk anda. terima kasih untuk anda yang sudah meluangkan waktu berkunjung ke sini. salam hangat,Ipul